PALU – Anggota DPRD Kota Palu, Andris, menyampaikan kegeramannya terhadap pernyataan kontroversial Gus Fuad Plered yang dinilai menghina pendiri Yayasan Pendidikan Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri atau yang dikenal dengan sebutan Guru Tua.
Kegeraman Andris muncul setelah Fuad Plered, melalui konten terbaru di kanal YouTube miliknya, Sabtu (29/03), kembali melontarkan pernyataan provokatif.
Dalam video tersebut, Fuad menyebut Guru Tua bukanlah seorang ulama dan mempertanyakan asal-usul tanah Yayasan Alkhairaat.
“Saya setuju bahwa kita tidak boleh menghina ulama, tapi bagi saya dia (Guru Tua) bukan ulama itu. Dia datang sebagai pendatang, dia lahir di Yaman, dia datang ke Nusantara. Kemudian oleh penjajah Belanda dikasih tanah. Itu tanah Alkhairaat dari mana? Secara hukum itu bermasalah,” ujar Fuad dalam videonya.
Andris pun mendesak aparat kepolisian segera mengambil tindakan atas laporan yang telah dilayangkan oleh pengurus Alkhairaat. Menurutnya, pernyataan Fuad tidak hanya menghina tokoh agama, tetapi juga berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Pihak kepolisian tidak boleh membiarkan Fuad Plered ini bebas melontarkan kalimat-kalimat provokatif. Pernyataannya bikin gaduh, dia harus ditangkap,” tegas Andris, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Andris juga menyayangkan pernyataan Fuad yang seolah mempertanyakan legalitas tanah Alkhairaat, padahal tanah tersebut diperoleh dengan cara yang sah. Ia menegaskan bahwa tanah itu merupakan wakaf dari masyarakat Sulawesi Tengah sebagai bentuk penghormatan atas jasa Guru Tua dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah.
“Masyarakat mewakafkan tanah untuk Alkhairaat dengan ikhlas karena jasa Guru Tua kepada masyarakat Sulteng. Belum lagi Guru Tua menikah dengan putri bangsawan di Lembah Palu yang memiliki banyak tanah. Jadi tanah Alkhairaat bukan tanah negara tapi tanah masyarakat,” pungkasnya..
Sebagai Abnaul Khairaat, Andris menjelaskan, Guru Tua adalah pendiri Yayasan Alkhairaat, sebuah lembaga pendidikan Islam terbesar di kawasan timur Indonesia. Yayasan ini menaungi ribuan sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Guru tua dikenal sebagai sosok ulama kharismatik yang mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan ilmu dan dakwah di Nusantara, terutama di wilayah Sulawesi dan sekitarnya.
Selain sebagai pendidik, Guru Tua juga dikenal dengan ajaran-ajarannya yang moderat dan penuh kasih sayang. Masyarakat di Sulawesi Tengah yang menghormati dan menjunjung tinggi jasa-jasanya dalam dunia pendidikan dan keagamaan.
“Saya mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap Fuad Plered agar tidak lagi melontarkan pernyataan-pernyataan karangan yang bersifat provokatif karena akan memicu kegaduhan,” tegas Andris.*/Yamin