PALU– Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan kegiatan siaga patroli dalam pengamanan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama libur panjang di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah, Sabtu (14/2).
Kegiatan siaga patroli tersebut dilaksanakan selama empat hari, terhitung mulai 14 hingga 17 Februari 2026, diawali dengan Apel pengecekan yang dipimpin Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom, selaku Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Sulteng, diwakili oleh Kabagbinops Roops AKBP Rahmat Lubis.
Dalam keterangannya di sela-sela apel, AKBP Rahmat Lubis menjelaskan bahwa sebanyak 150 personel dilibatkan dalam kegiatan siaga patroli tersebut.
Ia mengatakan, personel terlibat melakukan patroli dan juga disebar ke sejumlah titik strategis, termasuk lokasi ibadah, pusat keramaian, serta jalur-jalur rawan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami mengantisipasi dan tetap menjaga kondusivitas perayaan Hari Imlek dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa. Namun demikian, pengamanan dilakukan lebih awal sebagai langkah preventif agar situasi kamtibmas tetap terkendali. Mudah-mudahan tidak ada kejadian menonjol selama perayaan Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026,” ujarnya.
Lebih lanjut, AKBP Rahmat Lubis menegaskan bahwa kegiatan siaga patroli tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya umat merayakan Tahun Baru Imlek.
Selain patroli rutin, personel juga diminta meningkatkan kepekaan terhadap potensi gangguan keamanan serta mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas.
“Kami berharap kehadiran personel di lapangan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, sehingga seluruh rangkaian perayaan Imlek dan aktivitas masyarakat selama libur panjang dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, AKBP Rahmat mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dengan tetap mematuhi aturan, menjaga toleransi antarumat beragama, serta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Sinergi antara Polri dan masyarakat sangat penting agar wilayah Sulawesi Tengah tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.***

