SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi tengah menyiapkan masuknya investasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah Pipikoro. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sigi, Rizal, sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan berbasis energi hijau dan berkelanjutan.
Menurut Rizal, investasi PLTA dinilai sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan hulu. Selain itu, kehadiran PLTA diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
“PLTA tidak merusak lingkungan, justru menjaga kawasan hulu. Selain membuka lapangan kerja, masyarakat sekitar juga akan mendapatkan manfaat listrik serta program CSR untuk pendidikan, kesehatan, dan rumah ibadah,” jelasnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sigi tidak akan memberikan ruang bagi investasi yang berpotensi merusak lingkungan. Aktivitas pertambangan yang tidak berkelanjutan, kata dia, bukan menjadi pilihan dalam arah pembangunan daerah.
Rizal menyampaikan bahwa fokus pembangunan Sigi diarahkan pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta pengembangan energi hijau sebagai fondasi ekonomi jangka panjang.
Dalam aspek penguatan ekonomi, Pemkab Sigi mendorong hilirisasi produk pertanian unggulan, seperti kakao, kopi, bawang, dan berbagai komoditas khas Pipikoro lainnya. Upaya ini dilakukan agar hasil pertanian tidak berhenti pada penjualan bahan mentah semata.
Pemerintah daerah, lanjut Rizal, telah membangun komunikasi dengan sejumlah kementerian guna membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor dan pengembangan industri pengolahan di tingkat lokal.
“Saya siap menjadi manajer pemasaran hasil pertanian masyarakat. Kita ingin petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mendapatkan nilai tambah,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini kajian kelayakan (feasibility study) yang dilakukan oleh Universitas Tadulako sedang berjalan. Kajian tersebut menjadi dasar pengembangan kawasan perkebunan dan peternakan terpadu di Pipikoro sekaligus membuka peluang masuknya investasi skala nasional.
Di sisi lain, Pemkab Sigi memastikan percepatan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya akses jalan penghubung antarwilayah pegunungan. Pemerintah daerah juga mendukung penuh pelaksanaan berbagai program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, serta pengembangan kawasan transmigrasi prioritas nasional.
Mengakhiri arahannya, Bupati Rizal meminta seluruh kepala desa agar menjadikan pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi lokal sebagai prioritas utama dalam perencanaan desa, dengan pengawalan serius dari seluruh perangkat daerah.
“Kalau soal jalan dan pelayanan dasar, itu sudah menjadi tanggung jawab kami. Tanpa diminta pun, itu akan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” pungkasnya.***

