PLN Gelar Promo Tambah Daya Cuma Rp170 Ribuan, Berlaku Hingga September

oleh -
Promo tambah daya PLN.

PALU – Dalam rangka memperingati HUT ke-77 RI Tahun 2022, pihak PT PLN (Persero) menggelar promo tambah daya yang berlaku hingga tanggal 30 September 2022.

“Bagi pelanggan yang ingin menggunakan promo ini, bisa segera datang ke kantor PLN terdekat,” kata Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP), PT PLN (Persero) Area Palu, Frisian Monitja, kepada Media Alkhairaat, Rabu (21/09).

Menurut Sian, promo tambah daya yang ditawarkan ini sangatlah menguntungkan, jika dibandingkan dengan waktu normal (non promo)

“Jadi bisa dilihat pada angka selisih. Misalnya jika kita memiliki daya awal 450 VA, kemudian kita ingin tambah menjadi 5500 VA, maka hanya membayar sebesar Rp170 ribuan saja. Tapi kalau normalnya atau tidak promo, biaya tambah dayanya bisa mencapai hampi Rp4,9 juta. Selisih keuntungan pelanggan yang ikuti promo tambah daya ini bisa mencapai Rp4,7 juta,” jelasnya.

Menurut Sian, promo ini berlaku hanya kepada pelanggan lama atau pelanggan yang sudah menjadi pelanggan PLN, terhitung sebelum tanggal 1 Agustus 2022.

“Kalau pelanggan baru, tidak diperbolehkan ikut promo ini, karena bisa jadi promo ini akan dimanfaarkan saja menjadi siasat untuk menghindari biaya pasang baru yang normal. Jadi batasnya pelanggan yang sebelum bulan Agustus 2022, itu bisa mengajukan tambah daya dengan menggunakan promo ini,” tutupnya.

Selain hanya untuk pelanggan PLN sebelum 1 Agustus 2022, syarat ketentuan promo lainnya adalah tanpa perubahan fasa (1 fasa ke fasa 3) atau sebaliknya, tanpa mengubah golongan tarif peruntukannya.

Ketentuan berikutnya yakni dapat diberlakukan untuk pelanggan tarif layanan reguler yang tambah daya, sekaligus beralih ke tarif layanan premium/8B28, tetapi tidak berlaku sebaliknya, kemudian wajib melunasi seluruh tagihan.

Syarat lainnya adalah permohonan tambah daya harus menggunakan kode promo “NYALAKANKEMERDEKAAN” melalui PLN Mobile. Sedangkan penyambungan sementara melalui Call Center 123 dan Layanan Kantor PLN.

Reporter : Hamid
Editor : Rifay