PALU – Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Muzzammil Yusuf, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi krisis energi akibat dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan Muzzammil saat konferensi pers dalam rangka kegiatan halalbihalal dan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kantor DPW PKS Sulawesi Tengah, Ahad (05/04).
Muzzammil menjelaskan bahwa kunjungannya ke Sulawesi Tengah merupakan rangkaian kedua bersama istrinya dalam agenda halalbihalal dan kegiatan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sebelumnya, ia telah melaksanakan agenda serupa di Kalimantan Tengah.
“Agenda halalbihalal ini tidak hanya memperkuat soliditas internal PKS, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan disebutnya sebagai upaya memperkokoh persatuan bangsa di tengah situasi krisis global.
Ia menilai, kondisi internasional saat ini, termasuk konflik Iran–Israel, berpotensi memicu krisis berkepanjangan, khususnya di sektor energi.
“Kita tidak tahu berapa lama krisis ini akan berlangsung. Karena itu, ke dalam kita harus saling bahu-membahu, sementara ke luar kita harus hadir membantu masyarakat serta bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah,” tegasnya.
Muzzammil mengungkapkan bahwa ketahanan pangan Indonesia saat ini relatif kuat berdasarkan informasi dari pemerintah. Namun, sektor energi dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius.
“Ketahanan energi yang perlu kita antisipasi. Krisis seperti ini, sebagaimana yang terjadi saat pandemi Covid-19, selalu membawa perubahan dan melahirkan budaya baru,” jelasnya.
Menurutnya, PKS mendorong langkah-langkah adaptif dalam menghadapi potensi krisis energi, termasuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan transportasi berbasis listrik.
“Gerakan menuju penggunaan angkutan listrik perlu kita dukung. Bahkan, kader PKS juga harus siap dengan gaya hidup yang lebih sehat, seperti bersepeda dan berjalan kaki. Ini bukan hanya solusi energi, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan masyarakat,” katanya.
“Disebut petaka, tetapi justru bisa menambah kesehatan warga Indonesia,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muzzammil juga menegaskan komitmen PKS untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi situasi krisis global.
“Kita ingin memperkuat persatuan, gotong royong, sehingga Indonesia tetap tangguh. Sejumlah pengamat menyebut Indonesia relatif kuat menghadapi krisis ini, dan kita berharap hal tersebut benar adanya,” tuturnya.
Ia pun berharap krisis global yang terjadi dapat segera berakhir.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah Muh. Wahyuddin, Sekretaris DPW Muhammad Rizal, serta jajaran pengurus DPW PKS lainnya.

