PALU – Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar kegiatan Silaturahim bersama Duta Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Nasional, di Aula Kantor DPW PKS Sulteng, Ahad (05/04) malam.
Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Menguatkan Keluarga dan Dakwah” ini menghadirkan Duta RKI Nasional, Nurul Hidayati K. Ubaya, sebagai pembicara utama.
Ketua Bipeka DPW PKS Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, dalam sambutannya, mengatakan, perempuan memiliki peran penting dalam membangun peradaban.
“Ketika kita berbicara tentang perempuan, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang peradaban. Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anak dan madrasah utama dalam mencetak generasi,” ujarnya.
Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulteng ini lalu mengutip Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 21 yang menegaskan bahwa keluarga merupakan tempat tumbuhnya ketenteraman, kasih sayang, dan cinta.
“Fungsi keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi tempat tumbuhnya sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dari sinilah peradaban dibangun,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari derasnya arus informasi, krisis moral, hingga tekanan ekonomi dan sosial.
“Kita hidup di zaman yang penuh tantangan. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama untuk melindungi generasi,” katanya.
Menurut Wiwik, perempuan tidak hanya berperan dalam lingkup domestik, tetapi juga sebagai pemimpin dan penggerak dakwah.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
“Seorang ibu bukan hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga sedang membangun masa depan umat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keluarga sebagaimana perintah dalam Al-Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6.
“Menjaga keluarga adalah kewajiban. Kita harus menanamkan nilai iman sejak dini, menciptakan suasana rumah yang penuh cinta, serta mendidik anak menjadi generasi saleh dan salihah,” ujarnya.
Dalam konteks dakwah, Wiwik menegaskan bahwa peran perempuan sangat strategis dan tidak terbatas pada ruang publik semata.
“Dakwah tidak hanya di mimbar. Dakwah hadir di rumah, dalam keseharian kita, dalam cara kita mendidik anak dan memperlakukan keluarga,” katanya.
Ia juga mencontohkan sosok perempuan hebat dalam sejarah Islam, seperti Khadijah dan Aisyah, yang memiliki peran besar dalam mendukung perjuangan Rasulullah SAW.
Lebih lanjut, melalui program Rumah Keluarga Indonesia (RKI), PKS mendorong hadirnya gerakan nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga.
“RKI bukan hanya program, tetapi gerakan perubahan yang dimulai dari rumah dan berdampak bagi bangsa,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Wiwik mengajak seluruh perempuan untuk terus menguatkan peran dalam keluarga dan masyarakat.
“Kuatkan iman, lembutkan hati, cerdaskan pikiran, dan luaskan kontribusi. Sekecil apa pun peran kita, jika dilakukan dengan ikhlas, akan bernilai besar di hadapan Allah,” tuturnya.
Ia menutup dengan mengingatkan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil dalam keluarga.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Maka perubahan itu harus dimulai dari keluarga kita,” pungkasnya.

