PALU – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Mohammad Arus Abdul Karim, menegaskan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Hal ini ia sampaikan pada penutupan Pencak Silat Militer Open Tournament Piala Pangdam XXIII/Palaka Wira Tahun 2026 yang digelar di Gedung Gelora Bumi Kaktus (GBK), Palu, Sabtu (07/02).
Bagi Ketua DPRD, turnamen tersebut bukan sekadar agenda kompetisi, melainkan ruang evaluasi dan pemetaan potensi atlet pencak silat di daerah.
Ia menilai, kehadiran para atlet dari berbagai kategori menjadi indikator bahwa Sulawesi Tengah memiliki sumber daya olahraga yang perlu dikelola secara lebih sistematis.
“Turnamen ini menjadi momentum penting bagi para atlet pencak silat Sulawesi Tengah untuk terus meningkatkan prestasi, khususnya sebagai upaya melanjutkan dan meningkatkan capaian yang telah diraih pada Pekan Olahraga Nasional sebelumnya,” ujar Arus.
Ia menambahkan, DPRD memiliki tanggung jawab dalam mendorong kebijakan dan dukungan anggaran yang berpihak pada pengembangan olahraga prestasi, termasuk pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus cabang olahraga unggulan.
“Kehadiran dan performa para atlet hari ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Ke depan, pembinaan harus lebih terarah, berjenjang, dan berkelanjutan agar prestasi tidak bersifat sesaat,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, organisasi olahraga, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang kuat.
DPRD, lanjutnya, siap memberikan dukungan melalui fungsi legislasi dan penganggaran untuk memastikan program pembinaan atlet berjalan konsisten. ***

