PGRI Sulteng Minta Fraksi PKS Inisiasi Perda Perlindungan Guru

oleh

PALU – Jajaran pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulteng, menyambangi Kantor Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulteng, Kamis (10/06), dalam rangkaian silaturrahim keumatan dan kebangsaan.

Jajaran pimpinan PKS yang datang adalah Ketua DPW PKS, Muhammad Wahyuddin, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), Drs H Mahmud Yunus, Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW), Nurdin Hanafi, S.Ag, Sekretaris Umum DPW PKS Sulteng, Rusman Ramli, ST, serta beberapa ketua bidang.

Rombongan diterima Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini, S.Pd, M.Si, serta jajaran pengurus PGRI Sulteng lainnya.

Kepada jajaran pengurus PKS yang datang, Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini, mengatakan, organisasi yang dipimpinnya memberikan apresiasi kepada DPW PKS Sulteng, yang turut andil dalam dunia pendidikan di Sulawesi Tengah, baik melalui fraksi, ataupun komisi pendidikan yang ada di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan silaturrahim itu, secara khusus PGRI Sulteng menyampaikan aspirasinya kepada PKS. Kata Syam Zaini, bahwa saat ini yang perlu mendapat perhatian serius pada tataran pendidikan yaitu peredaran narkoba dan penguatan pendidikan karakter. Semua itu, katanya, harus semakin digalakkan.

“Harus ada upaya dini mencegah peredaran obat tertarang di kalangan siswa dengan menanamkan pendidikan karakter. Untuk itu dirasa perlu mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah daerah, agar melarang anak sekolah berkeliaran pada jam sekolah, karena potensi terjerat dan terjebak dalam kasus obat terlarang sangat besar,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, guru adalah pengawal peradaban. Guru adalah juru tulis masa depan bangsa. Untuk meraih sukses dan kemajuan, semuanya karena peran guru. Tapi, kata dia, guru juga manusia biasa yang perlu dihargai dan dilindungi, terutama dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Di beberapa daerah, termasuk di Sulteng, lanjut dia, muncul gejala yang sangat mudah menggiring guru di hadapan hukum dan pengadilan sebagai pesakitan, dengan kasus yang justru terjadi pada saat guru melaksanakan tugas mulianya.

“PGRI Sulteng berharap dengan bijak dan santun, kiranya agar DPW PKS Provinsl Sulawesi Tengah melalui fraksi atau komisi pendidikan di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menginisiasi Peraturan Daerah (Perda) tentang pertlindungan guru di Provinsi Sulteng,” harapnya.

Atas masukan itu, Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyuddin berjanji akan meneruskan kepada Fraksi PKS yang ada di DPRD Kota Palu dan DPRD Sulteng.

“Insya Allah siap untuk diperjuangkan, sesuai dengan kemampuan dan kewenangan kami,” katanya.

Menurutnya, PGRI yang tersebar di semua kabupaten/kota adalah organisasi yang mempunyai kerja-kerja konkret dan masih memegang teguh sifat gotong royong.

Olehnya, PKS akan terus bersinergi dengan PGRI serta organisasi lainnya, berkontribusi yang konstruktif untuk pembangunan.

“Segala nasehat ini akan menjadi panduan kami dalam menjalankan kebijakan politik yang harus berpijak pada moralitas. Hal ini penting bagi kami untuk semakin mengokohkan perjuangan dakwah di bidang politik oleh PKS,” kata Wahyuddin.

Pada kesempatan yang sama, Wahyuddin juga memperkenalkan logo baru PKS, yang lebih fresh, lebih semangat dan terpacu serta termotivasi untuk terus memberikan pelayanan.

“Kami akan selalu concern berjuang, agar guru jangan sampai berakhir di balik jeruji,” tandasnya. **