PALU – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Habib Mohsen Aliydrus, mengukuhkan sekaligus mengambil sumpah pengurus Majelis Ta’lim Ikatan Wanita Islam Alkhairaat dan Pengurus Ta’mir Masjid Alkhairat, bertempat di komplek Makam Habib Idrus bin Salim Aljufri, Senin (11/3).

Kedua lembaga tersebut nantinya akan bergerak di bidang dakwah serta kajian Islam di daerah-daerah, dan menyemarakan ghirah kegiatan-kegiatan keislaman di Alkhairaat, sebagai kawasan religi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Apabila saya melihat Masjid Alkhairaat ini tidak terlalu besar, tetapi secara historis masjid ini adalah masjid besar, karena letaknya ada situs sejarah dimana ada makam pendiri Alkhairaat Habib Idrus bin Salim Aljufri, yang dikenal tidak hanya di Indonesia timur, namun Nasional bahkan luar negeri.” kata Habib Mohsen.

Kesohoran Habib Idrus yang juga dikenal dengan Guru Tua dengan ilmu agamanya itu, membuat Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menginginkan Alkhairaat menjadi sebuah peradaban pendidikan agama Islam terbesar di Indonesia timur.

Tentunya hal ini lanjut Habib Mohsen, keberadaan lembaga Alkhairaat sangat strategis. Olehnya, Habib Mohsen mengajak seluruh elemen yang ada di Alkhairaat untuk bangkit bekerja, dan memulainya.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mengurus dan memikirkan lembaga yang besar, sehingga perlu keikhlasan yang tulus bukan untuk sebuah kepentingan”ujarnya.

Habib Mohsen menekankan, olehnya untuk menuju tempat itu, diperlukan loyalitas yang tinggi serta menanamkan rasa cinta, etika serta pengorbanan, sebagaimana filosofi yakni, “Sami’na Wata’na”.

Sementara Ketua Umum Pengurus Pusat Wanita Islam Alkhairaat (PP-WIA) Syarifah Syaikhun bin Abdillah Aljufri, mengucapkan terimakasih pada PB Alkhairaat serta seluruh pengurus WIA Pusat, atas terbentuknya Majelis Ta’lim Wanita Islam Alkhairaat.

Terbentuknya Majelis Ta’lim ini kata Syarifah Syaikhun, tidak lain, untuk menjawab sejumlah persoalan yang terjadi saat ini, khusunya pada wanita wanita muslim yang perlu pemahaman hukum serta kajian lainnya.

“Kegiatan majelis ini sudah dimulai dengan pengajian, namun hal itu belum cukup bila tidak diisi dengan kajian kajian hukum Islam, sehingga wanita muslim juga paham dan memiliki wawasan,” kata Syarifah Syaikhun.

Kepala Madrasah (Kamad) MTs Alkhairaat Pusat ini juga menambahkan, ini untuk menangkal maraknya ajaran atau pemahaman agama Islam yang tidak lagi sesuai dengan Alquran dan Alhadits.

Hadir dalam acara itu yakni, para Pengurus Majelis PB Alkhairaat, para pengurus PP WIA, pimpinan Majelis Lil Mustafa Habib Mustafa bin Saggaf Aljufri para dai dan asatiza di lingkup Alkhairaat Pusat.

Reporter: Hady
Editor: Nanang