PALU – Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Rustam Arifuddin, menerangkan teknis pelaksanaan buka puasa bersama di Masjid Raya Baitul Khairaat. Rustam menerangkan, penyediaan takjil selama bulan Ramadan akan dipusatkan di bagian utara masjid, tepatnya di sisi bawah kiri dan kanan, dengan pemisahan jalur bagi jamaah laki-laki dan perempuan. Pada tahap awal, pengurus menargetkan penyediaan sebanyak 1.000 paket takjil untuk Jemaah.

“Langkah pertama kita siapkan seribu takjil dulu setiap hari. Nanti kita lihat perkembangannya, apakah perlu ditambah atau dikurangi, disesuaikan dengan kondisi jamaah,” ujar Rustam Kamis (19/2) subuh.

Ia menjelaskan, distribusi takjil akan dilayani oleh petugas masjid, baik dari unsur takmir, relawan, maupun petugas layanan kebersihan dan keamanan. Seluruh personel telah diberikan tugas masing-masing, termasuk dalam pengelolaan kotak amal yang telah ditata pelaksanaannya.

Menurut Rustam, jumlah jamaah pada malam-malam awal Ramadan diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang dan hampir memenuhi seluruh area masjid hingga ke bagian bawah. Namun demikian, ia mengakui jumlah jamaah bisa berbeda antara waktu sore dan malam hari.

“Untuk sementara kita siapkan seribu dulu. Karena ada juga jamaah yang membawa takjil sendiri atau masyarakat yang ingin menyumbang. Semua akan kita akomodir dan salurkan kepada jamaah,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila jumlah takjil yang disiapkan tidak habis karena penurunan jumlah jamaah, maka evaluasi akan dilakukan untuk persiapan hari berikutnya. Menurutnya, dinamika jumlah jamaah selama Ramadan kerap mengalami pasang surut.

“Biasanya 10 hari pertama Ramadan jamaah membeludak. Mendekati akhir Ramadan cenderung berkurang. Tapi kita berharap keimanan dan ketakwaan jamaah semakin meningkat, sehingga masjid tetap ramai hingga akhir Ramadan,” katanya.

Ia juga menguraikan terkait persiapan teknis untuk salat idul fitri, Rustam menyebut pihaknya akan mematangkan persiapan minimal satu pekan sebelum pelaksanaan salat. Rapat koordinasi akan membahas penunjukan imam dan bilal, pelayanan tamu jamaah, hingga pengaturan saf dan penempatan jamaah.

“Termasuk pengaturan apakah jamaah akan ditempatkan di dalam hingga area pintu, atau disiapkan kantin di luar. Semua itu akan kita rapatkan agar pelayanan kepada jamaah bisa berjalan maksimal,” pungkasnya.