PALU – Panitia bersama dari unsur pengamanan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 atau Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri yang dipusatkan di Kompleks Alkhairaat, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat.

Rapat koordinasi pengamanan digelar pada Sabtu (28/3/2026) di Gedung PB Alkhairaat lantai II. Pertemuan tersebut membahas skema pelaksanaan serta strategi pengamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Ketua Pimpinan Pusat Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) yang juga Kepala Bidang Keamanan Haul Sis Aljufri ke-58, Ashar Yahya, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa hasil rapat akan menjadi acuan bersama dan dilaporkan kepada pimpinan masing-masing untuk memastikan kesiapan maksimal.

Koordinator Sekretariat Panitia Haul, Alamsyah Palenga, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan, termasuk Festival Raudhah dan puncak haul, akan berlangsung mulai 28 Maret hingga 1 April 2026. Sistem pengamanan akan dibagi dalam Ring 1 dan Ring 2, dengan pengaturan khusus seperti penutupan Jalan Datupamusu serta sterilisasi jalur bagi tamu VIP dan VVIP. Sementara itu, area parkir dipusatkan di sekitar Jalan SIS Aljufri.

“Koordinasi dengan pihak Telkomsel telah dilakukan untuk penambahan bandwidth guna mendukung kelancaran komunikasi,” katanya.

Perwakilan Kepolisian, Meiriawan, menekankan pentingnya sterilisasi sejumlah titik, khususnya di Jalan Mangga, Kecamatan Palu Barat, agar terbebas dari parkir liar. Ia menyebut kawasan sekitar Pondok Pesantren Alkhairaat Putera menjadi salah satu titik rawan yang perlu perhatian khusus. Selain itu, jalur evakuasi harus dipastikan steril untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Alkhairaat, Jamluddin Mariadjang, mengungkapkan bahwa jumlah jamaah diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. Sekitar 12.000 jamaah diprediksi berada di depan panggung utama, sementara 13.000 lainnya tersebar di sekitar lokasi.

Untuk mengantisipasi kepadatan, panitia akan menyiapkan videotron agar jamaah tetap dapat mengikuti jalannya acara. Ia juga menegaskan komitmen panitia dalam memberikan pelayanan maksimal, mulai dari konsumsi, layanan kesehatan, hingga pengamanan.

Pengamanan kegiatan ini akan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI dan Polri, dengan perhatian khusus pada pengamanan panggung utama, terutama dalam aspek pengamanan tertutup.

Dari unsur TNI, disampaikan bahwa sebanyak 64 personel dari Batalyon 873 akan diterjunkan dan bersiaga selama lima hari. Personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk Kodim Donggala dan Lapangan Vatulemo. TNI juga menegaskan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan, termasuk pengamanan tamu VIP dan VVIP.

Sementara itu, Dinas Perhubungan melalui perwakilannya, Irfan, menyatakan kesiapan dengan menurunkan 60 personel Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) untuk membantu pengaturan arus kendaraan sesuai hasil keputusan bersama.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, Dinas Perhubungan, RAPI, Forum Pemuda Kaili, Banser NU, serta Brigade 99 Garda Alkhairaat.

Dalam rapat juga disepakati sejumlah langkah tambahan, seperti penutupan lorong kediaman Ketua Utama Alkhairaat serta lorong-lorong lain yang terhubung dengan jalur utama. Penutupan jalur utama direncanakan mulai 28 Maret 2026. Selain itu, tim Gegana juga disiapkan untuk mendukung pengamanan, khususnya dalam memastikan jalur evakuasi tetap aman dan steril.