PALU – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Tengah Muchsin Pakaya, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menganggarkan pengadaan alat kebugaran atau gym pada tahun ini.

“Alat gym tidak ada di Dispora. Apalagi anggarannya sampai setengah miliar. Dana dari mana kami dapatkan,” ujar Muchsin Pakaya kepada media ini, Kamis (9/4).

Menurut Muchsin, jika memang terdapat rencana pengadaan alat gym di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hal tersebut bukan berasal dari Dispora. Ia menyarankan agar informasi tersebut dikonfirmasi ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulteng atau Biro Umum Setda Provinsi Sulteng.

Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi dan Prestasi KONI Sulteng Helmi Sandagang, juga memastikan bahwa pihaknya tidak pernah mengusulkan pengadaan alat gym.

“Alat gym di mana? Saya di KONI belum pernah melihat ada alat gym, dan setahu saya tidak pernah ada pengadaannya ,” kata Helmi.

Sementara itu, Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Faridah, menjelaskan bahwa rencana pengadaan alat gym memang sempat dibahas di biro yang dipimpinnya. Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan.

Menurut Faridah, pembatalan dilakukan seiring kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah daerah.

“Pengadaan alat gym itu rencananya memang diadakan oleh biro kami. Tetapi karena adanya efisiensi anggaran, pengadaan alat gym untuk pimpinan akhirnya kami batalkan,” jelasnya.

Sebelumnya, rencana pengadaan alat kebugaran tersebut sempat menuai sorotan publik. Pasalnya, kebijakan itu muncul di tengah komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk melakukan efisiensi anggaran.

Berdasarkan informasi yang beredar, nilai rencana pengadaan alat gym tersebut mencapai sekitar Rp447 juta dan disebut-sebut akan digunakan untuk kebutuhan pimpinan daerah. Namun dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran, rencana tersebut dipastikan tidak akan direalisasikan.