PALU – Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Takwin, menyayangkan adanya informasi mengenai pengadaan alat olahraga (gym) yang dianggarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng hampir setengah miliar atau sekitar Rp440 juta.
Diminta tanggapannya soal informasi tersebut, Takwin mengaku sudah mengeceknya di dokumen, bahwa ternyata anggaran tersebut benar adanya.
“Valid (infonya),”jawabnya singkat, saat ditemui beberapa waktu lalu.
Takwin mengaku menyayangkan adanya alokasi pembelian alat gym tersebut di tengah efisiensi yang sedang diterapkan oleh pemerintah.
“Kita bicara urgensi dulu. Okelah, kalau mungkin untuk menjaga kesehatan pejabat, ada olahraga yang lebih sehat dan murah. Jalan kaki atau jogging. Bicara soal hubungannya dengan masyarakat, saya agak sungkan jawabnya, tapi silakan teman-teman media jawab sendiri,” katanya.
Takwin meminta agar Pemprov lebih bijak dalam mengalokasikan belanja dalam APBD. Menurutnya, masih banyak jalan jalan desa di Kecamatan Banawa Selatan yang rusak parah.
Kemudian jalan di Balaesang Tanjung, kondisinya juga masih sangat memprihatinkan. Pembangunan jalan itu, justru masuk dalam salah satu program Gubernur, yakni Berani Lancar.
“Ada juga abrasi pantai di Desa Lembasada. Semua itu butuh perhatian. Saya hanya berandai-andai saja, kalau anggaran 400 juta itu dipakai bangun bronjong atau tanggul laut, insyaAllah bisa untuk menahan ancaman abrasi,” katanya.
Penelusuran media, di banyak pos anggaran, dilakukan pemangkasan. Namun di sisi lain justru pemerintah mengalokasikan belanja pada hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan masyarakat.
“Saya dapat info, anggaran untuk para Kacabdis dipangkas habis-habisan. Bahkan ada Kacabdis yang wilayah kerjanya cukup luas, tapi hanya dapat anggaran monev sekali dalam satu tahun anggaran. Ini kan tidak masuk akal,” kata sumber media ini. ***

