PALU – Di tengah tekanan harga nikel global, PT Vale Indonesia Tbk tetap mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sepanjang 2025. Hal ini menunjukkan ketahanan kinerja perusahaan di tengah dinamika pasar komoditas.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, perseroan membukukan pendapatan sebesar US$990,19 juta pada 2025.
Capaian ini meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar US$950,38 juta.
Kenaikan pendapatan tersebut terjadi meskipun harga nikel matte mengalami pelemahan. Rata-rata harga realisasi tercatat turun sekitar 7% menjadi US$12.157 per ton.
Namun demikian, peningkatan volume penjualan serta perbaikan skema payability sejak pertengahan tahun menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut.
Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa strategi efisiensi dan optimalisasi produksi menjadi kunci dalam menjaga kinerja tetap positif.
“Peningkatan volume penjualan dan efisiensi biaya memungkinkan kami tetap mencatatkan pertumbuhan pendapatan meskipun harga komoditas mengalami tekanan,” tulis manajemen dalam keterangan resminya, Selasa (07/04).
Sepanjang 2025, produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 metrik ton, sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, volume pengiriman juga naik menjadi 73.093 ton, turut menopang pendapatan perusahaan.
Selain mengandalkan bisnis utama, Vale juga mulai memperluas sumber pendapatan melalui penjualan bijih nikel saprolit. Sepanjang tahun, penjualan mencapai 2,31 juta wet metric ton, dengan kontribusi signifikan berasal dari kawasan Bahodopi.
Langkah diversifikasi ini dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas pendapatan di tengah fluktuasi harga nikel global.
Meski dihadapkan pada sejumlah tantangan operasional sepanjang tahun, perusahaan tetap mampu menjaga kinerja keuangan yang solid. Hal ini juga tercermin dari peningkatan laba bersih yang mencapai US$76,1 juta atau tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Memasuki 2026, Vale menegaskan akan terus memperkuat fondasi bisnis, termasuk melalui pengembangan proyek hilirisasi guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.

