Pemkot Palu akan Gelar Lomba Bertutur

oleh -
Kadiskarpur Kota Palu, Syamsu Syaifuddin (tengah) diapit kepala seksi dan kepala bidang. (FOTO: media.alkhairaat.id/Rifay)

PALU – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, siap melaksanakan Lomba Bertutur Tingkat SD/Ibtidaiyah se-Kota Palu, 23 Juni mendatang.

Penjurian akan melibatkan tiga orang yang berkompeten di bidang yang telah disyaratkan dalam petunjuk teknis lomba.

Menurut Kadis Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpur) Kota Palu, Syamsu Syaifuddin, belum lama ini, lomba bertutur ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Sudah merupakan agenda tahunan secara berjenjang dari tingkat kota/kabupaten ke provinsi hingga tingkat nasional.

“Hakikat yang ingin dicapai bukan semata bagaimana mendapatkan juara di antara peserta, tapi yang utama adalah pembentukan karakter siswa sedini mungkin. Nah, lewat cerita rakyat itu salah satu cara untuk bembentukan karakter,” jelas Syamsu.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam lomba bertutur adalah cerita yang bertema lokal sesuai kondisi di Kota Palu dan Sulawesi umunya, salah satunya mengenal toponim dan kisah legenda terjadinya bencana alam di salah satu tempat di Kota Palu pada zaman dahulu, yang kini dikenal Kaombona.

“Namun demikian, selain cerita yang sudah disiapkan panitia sebanyak dua buah yang telah dikirim ke setiap sekolah dasar/ibtidaiyah di Kota Palu, peserta juga dapat memilih cerita kearifan lokal daerah Sulawesi Tengah,” jelas Syamsu.

Adapun kriteria penilaian yaitu penampilan bertutur yang baik, cara bertutur, penguasaan materi, kemampuan bertutur dan penguasaan panggung.

Di satu sisi, beberapa hal yang tidak dibolehkan dalam materi lomba adalah berupa cerita bentuk fabel, menggunakan kalimat kasar atau kalimat membunuh dan tidak diperkenankan ada kata-kata “janda” dan “duda”.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Minat Baca dan Perpustakaan Keliling, Diskarpur, Kota Palu, Endah Rahmawati, mengatakan, berdasarkan hasil konfirmasi, jumlah sekolah yang menyatakan siap jadi peserta adalah lebih dari 20.

“Para guru pedamping masing-masing peserta telah mengikuti bimbingan mekanisme lomba yang dihadiri para juri. Sedangkan technical meeting dilaksanakan sehari jelang lomba,” jelasnya.

Selain lomba bertutur, pihak Diskapur Kota Palu juga rutin melaksnakan lomba menulis cerpen tingkat SMP/Tsanawiayah se-Kota Palu. Tujuannya untuk menumbuhkan bakat-bakat penulis dari kalangan siswa, sekaligus memberi peluang untuk berkreasi.

Reporter : Jamrin AB
Editor : Rifay