Pemkab Donggala Lakukan Studi Kelayakan Rencana Induk Dua Pelabuhan

oleh -

DONGGALA – Bupati Donggala, Kasman Lassa, membuka acara Focus Group Discussion (FGD) studi kelayakan dan rencana induk Pelabuhan Donggala/Wani, di Aula Kasiromu, Selasa (10/11).

Kegiatan tersebut dilakukan terkait telah dilaksanakannya pembahasan inception report feasibility (FS), Rencana Induk Pelabuhan (RIP), Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) Pelabuhan Pantoloan, Donggala dan Wani, Provinsi Sulawesi Tengah.

Bupati berharap, dilaksanakannya kegiatan tersebut dapat melahirkan pokok-pokok pikiran sebagai masukkan dalam rangka membangun dua pelabuhan di Donggala dan Wani.

Dua pelabuhan itu, menurut bupati, memiliki nilai historis, budaya dan nilai pengembangan ekonomi kawasan, sehingga diharapkan dapat memberi kontribusi kepada daerah.

“Pada bulan yang lalu, Pemda Donggala dan Pemkot Balikpapan telah melakukan kerja sama pada bidang pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Kerja sama yang telah dilakukan diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan ekonomi pada masing-masing daerah,” kata Kasman.

Konsultan dari Direktorat Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Cipta Riyana, menjelaskan mengenai survei lapangan atau survei fisik terhadap tiga lokasi pelabuhan, yaitu Pantoloan, Wani dan Donggala.

Sekarang, kata dia, sudah 90 persen telah selesai dilaksanakan di tiga pelabuhan dan ada tiga alternatif lokasi untuk pemindahan. Selanjutnya akan menyusun studi kelayakan rencana induk hingga sampai pada supervisi.

“Untuk sekarang sudah masuk pada tahap studi kelayakan dan rencana induk pada akhir tahun 2020. Tim dari Kementrian Perhubungan mempunyai konsen waktu yang sangat berat. Untuk itu butuh kerja sama dan bantuan dari semua pihak, baik dari sisi suport data dan lain-lain yang berkaitan dengan kebutuhan yang diperlukan,” papar Cipta.

Kegiatan FGD dihadiri beberapa Pimpinan OPD terkait, Kepala Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan Wani, Kepala Kantor Wilayah Kerja Pelabuhan Donggala, Direktur PT. AECOM Indonesia, PT. Witteveen Bos Indonesia dan pihak terkait lainnya serta Camat Tanantovea serta Camat Sindue.

Reporter : Jamrin AB
Editor : Rifay