Pasangan Pengantin Baru asal Parimo Positif Corona

oleh
Tim gugus tugas Covid-19, kabupaten Parimo melakukan konferensi pers dua warga yang terkonfirmasi positif Corona, di Gedung Diklat, Rabu (12/8). (FOTO: MAL/MAWAN)

PARIMO- Dua warga Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, asal Desa Pelawa, AR laki-laki (41) dan FM perempuan (26) terkonfirmasi positif Virus COVID-19, setelah menjalani uji swab yang dilakukan oleh tim medis. Keduanya sepasang suami istri yang baru melaksanakan pernikahan 27 Juli 2020.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas penanganan COVID-19 Parimo, Irwan, mengatakan, keduanya merupakan pasangan suami-istri yang melaksanakan pesta pernikahan di Provinsi Gorontalo beberapa waktu lalu. Sementara mereka masuk ke Parimo, pada tanggal 4 Agustus.

“Pertama AR merasa tidak enak badan, begitu pun istrinya FM mengalami gangguan penciuman, lalu mereka memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat, saat itu juga keduanya menjalani tes swab hasilnya positif,” ungkap Irwan, saat konferensi pers, di Gedung Diklat, Rabu (12/08).

Ia menjelaskan, saat ini keduanya sedang menjalani perawatan intensif di gedung isolasi yang sudah disiapkan Pemkab Parimo selama 14 hari ke depan, dan akan diuji swab kembali.

Selain itu, tim gugus tugas juga akan melakukan uji swab terhadap sejumlah orang yang sempat berkontak erat dengan AR dan FM, termasuk petugas kesehatan di Puskesmas tempat mereka memeriksakan diri.

“Tim kami terus melakukan pemantauan kondisi pasien terkonfirmasi. Kami harap kondisi mereka berdua cepat pulih,” jelasnya.

Sebelumnya, sebanyak 19 orang menjalani pemeriksaan swab, 17 orang di antaranya merupakan warga Desa Lambunu, Kecamatan Bolano Lambunu namun hasil pemeriksaan dinyatakan negatif.

Kepala Dinas Kesehatan Parimo, dr Agus Suryono Hadi mengatakan, atas kasus baru terjadi di kabupaten itu, pemerintah setempat lebih memperketat pengawasan orang keluar masuk di pos perbatasan Sulteng dan Gorontalo.

“Skema selanjutnya kami koordinasikan dengan instasni-instansi teknis yang terlibat di tim gugus tugas. Meski pun sekarang sudah berada di era adaptasi normal baru, namun masyarakat harus tetap waspada dan selalu menaati pedoman protokoler kesehatan,” ujarnya.

Reporter: Mawan
Editor: Nanang

Iklan-Paramitha