PALU — Teater kembali menghidupkan jiwa seni Sulawesi Tengah lewat pementasan berjudul “Tanda Tanya”. Pementasan ini digelar di dua lokasi berbeda, Gedung Mutiara Wani 2 Kabupaten Donggala, dan Auditorium Museum Palu Kecamatan Palu Barat.

Drama ini mengisahkan perjalanan para aktor yang “tersesat” dalam dinamika panggung dan kehidupan yang dimainkan oleh talenta berbakat seperti Faisal Ali, Diliswarno, Azmi Anwar, dan Fitriani Idris. Naskah yang ditulis oleh Irwan Jamal ini dieksekusi sangat menarik di bawah arahan sutradara Diliswarno, menciptakan pengalaman teater yang mendalam dan penuh makna.

Sementara pada pementasan Selasa malam (25/6) di Museum Palu, kehadiran tokoh-tokoh penting turut menghangatkan suasana. Ketua Dewan Kesenian Provinsi Sulawesi Tengah, Jamaludin Mariadjang, bersama sastrawan senior Mas’amah Mufti, serta para seniman lainnya, turut menyaksikan penampilan para aktor yang membawakan cerita dengan intensitas emosi yang kuat.

Faisal Ali salah satu pemain mengungkapkan, bahwa pementasan ini menjadi ruang refleksi bagi para aktor dan penonton. “Drama ini tidak hanya berbicara tentang panggung tapi juga tentang pertanyaan-pertanyaan hidup yang sering kali membingungkan kita,” ujar Faisal Ali kepada media ini.

Dengan dialog yang tajam, gestur yang penuh ekspresi dan tata panggung yang sederhana namun efektif “Tanda Tanya” berhasil mengajak penonton merenungi realitas kehidupan. Sorotan lampu yang dramatis dan musik pengiring yang melankolis semakin menguatkan atmosfer misterius dalam pertunjukan.

Pementasan ini menjadi bukti bahwa teater masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Sulawesi Tengah. Antusiasme penonton dan apresiasi dari para seniman menunjukkan bahwa seni panggung terus berkembang dan menjadi media yang relevan untuk menyuarakan kegelisahan zaman.

Dengan berakhirnya pentas “Tanda Tanya”, Selasa malam harapan pun tumbuh agar lebih banyak lagi karya teater lokal yang mendapatkan panggung dan apresiasi luas dari masyarakat Sulteng. Sebab seni bukan hanya hiburan melainkan cermin yang memantulkan wajah kehidupan dengan segala tanda tanya yang menyertainya.

Reporter: ***/Irma