JAKARTA – Kota Palu meraih predikat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Berkinerja Terbaik 2025 di kawasan Sulawesi.

Predikat terbaik ini diumumkan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, di Kantor BI Jakarta, Jumat (28/11) malam.

Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah Palu Mandiri dan Tangguh Pangan (Palu Mantap), sebuah program yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dengan pendekatan modern dan berbasis teknologi.

Pada segmen hulu, TPID Palu melakukan penguatan inovasi unggulan dengan penerapan teknologi dalam pengembangan pertanian lokal.

Berbagai langkah dilakukan, di antaranya pembinaan dan pemberdayaan petani melalui bimbingan teknologi, pendampingan, serta bantuan sarana dan prasarana (sarpras).

Selanjutnya, pemberdayaan petani milenial guna mendorong regenerasi sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas.

Di samping itu, lomba menanam tanaman pangan komoditas cabai antar Balai Penyuluh Pertanian (BPP), sebagai upaya meningkatkan minat tanam dan memperkuat ketersediaan pasokan cabai, komoditas yang kerap memicu inflasi.

Pada segmen hilir, TPID Kota Palu berfokus pada stabilisasi harga melalui penguatan distribusi dan kedekatan pasokan pangan dengan masyarakat.

Salah satu terobosan penting adalah pengadaan Warung Komoditas Pangan (Warkop) TPID di Pasar Masomba Palu, yang kini telah beroperasi.

Warkop tersebut menyediakan bahan pangan pokok seperti Beras SPHP, Minyak goreng, Gula pasir.

Adapun Bulog bertugas memastikan kecukupan dan kelancaran pasokan di lapangan.

Selain itu, TPID juga menghadirkan berbagai program lain seperti Pasar Bergerak atau Gade Nolumako, yang mendekatkan pasokan langsung ke masyarakat serta memotong rantai distribusi.

Kemudian, Pasar Murah Sehat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Pasar Tani melalui Dinas Pertanian Kota Palu, untuk menyediakan produk segar langsung dari petani dengan harga terjangkau.

“Penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, mendorong inovasi, dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil demi kesejahteraan masyarakat,” kata Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid. ***