PALU – Panitia pelaksana Muktamar XI Alkhairaat beserta unsur terkait lainnya, sepakat menunda pelaksanaan muktamar pada April mendatang.

Agenda besar Alkhairaat yang sedianya akan digelar akhir Maret ini, ditunda karena menyesuaikan dengan jadwal dan kesiapan Presiden RI, Joko Widodo untuk membuka muktamar.

“Setelah kita komunikasikan dengan Sekretaris Negara, maka terjadi perubahan pelaksanaan Muktamar Alkhairaat. Sesuai penyampaian dari Istana Negara, muktamar akan dilakukan pada pekan kedua bulan April,” terang Ketua Panitia Mukmatar, Moh Agus R. Lamakarate, saat rapat bersama pihak terkait di Gedung PB Alkhairaat Palu, Rabu (11/03) sore.

Namun, kata Agus, perubahan jadwal tersebut tidak menurunkan semangat panitia pusat maupun panita lokal untuk terus mematangkan persiapan.

Untuk itu, ia berharap agar masing-masing seksi yang diberi tanggung jawab agar tetap berkoordinasi, sehingga semua kekurangan, bisa segera ditangani bersama.

Sementara Ketua Steering Commitee Muktamar XI Alkhairaat, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, menambahkan, pelaksaanaan muktamar diperkirakan antara tanggal 7 dan 14 April.

Menurutnya, pelaksanaan muktamar harus ditunda karena saat ini pemerintah tengah fokus menangani wabah virus corona.

“Bapak Presiden masih fokus dengan corona virus, karena ini berdampak soal ekonomi global. Ini informasi dari Mensesneg,” terangnya.

Sebab, kata dia, nantinya sekitar lima menteri yang turut hadir di muktamar, seperti Menteri Agama, Menteri Pertanian, Mendikbud, Menteri Sosial dan Menteri Ketenagakerjaan.

Ia menambahkan, seluruh unsur kepanitian sudah harus bekerja maksimal. Tetapi kalau selalu menunggu kepastian tanggal baru bekerja, dipastikan kepanitian akan terlambat. Konsultasi dengan ketua umum juga terus dilakukan.

“Kita berharap tetap ada koordinasi antara steering setiap banom,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Ridwan Yalidjama.

Ia menjelaskan, jumlah panitia lokal muktamar sekitar 100 lebih orang. Menurutnya, berdasarkan arahan Bupati Sigi, kepanitian lokal diketuai Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sigi dan Kadispora selaku Sekretaris. Saat ini, kata dia, panitia lokal telah mendirikan sekreriat di luar kompleks Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Dolo, Desa Kotarindau, yang menjadi lokasi utama muktamar.

“Panitia lokal hanya empat seksinya,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sigi, Muh Basir Lainga, menyatakan, pada prinsipnya pihaknya sudah siap untuk menyukseskan muktamar.

Ia juga meminta kepada panitia pusat untuk memberikan masukan terkait pelimpahan kerja kepada panitia lokal.

“Sesuai arahan Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta, kita akan melakukan segala upaya untuk menyukseskan muktamar,” kata Basir.

Sore kemarin, Panitia Muktamar XI Alkhairaat menggelar rapat yang dihadiri unsur Pemkab Sigi, Pemkot Palu, Pimpinan Ponpes Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo dan sejumlah Badan Otonom (Banom) di lingkup PB Alkhairaat. (HADY/NANANG IP)