Mukjizat Rasulullah SAW tentang Sebiji Kurma saat Perang Parit

oleh -
Ustadz Mansur Baba, saat membawakan ceramah malam ke-19 Ramadhan, di Masjid Alkhairaat, Jalan SIS Aljufri Palu, Ahad (09/04). (FOTO: media.alkhairaat.id/Hamid)

PALU – Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) beserta para nabi dan rasul yang lain semuanya diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) dengan mukjizat.

Namun mukjizat-mukjizat itu berakhir pada zaman itu, termasuk yang dimiliki Nabi Muhammad SAW, kecuali kitab suci Al-Qur’an.

“Salah satu mukjizat yang ada pada Nabi Muhammad yaitu beliau bisa menjadikan yang sedikit menjadi banyak,” kata Ustadz Mansur Baba, saat membawakan ceramah malam ke-19 Ramadhan, di Masjid Alkhairaat, Jalan SIS Aljufri Palu, Ahad (09/04).

Ustadz Mansur Baba mengisahkan salah satu mukjizat Nabiullah Muhammad SAW tentang sebiji kurma di tangannya yang tak habis meski digilir oleh para sahabat. Hal itu terjadi ketika perang khandaq atau perang parit.

“Waktu itu umat muslim mengalami keterbatasan dalam berbagai hal, termasuk soal makanan. Namun atas kuasa Allah, ada kisah yang menunjukkan mukjizat yang dimiliki Rasulullah SAW lewat makanan,” tuturnya.

Dalam peristiwa Khandaq atau Perang Ahzab, kata dia, Rasulullah SAW dan semua kaum muslimin sedang bekerja keras menggali parit di sekeliling Madinah. Bahkan para sahabat tidak pulang karena pekerjaan penggalian parit itu.

Sehingga, kata dia, ada seorang sahabat yang rindu ingin bertemu dengan suaminya yang sedang menggali parit. Kebetulan pada saat itu, di rumahnya ada sedikit biji kurma. Karena perasaan rindu dengan suaminya tersebut, ia pun menyuruh anaknya yang masih kecil untuk mengantarkan kurma itu kepada suaminya.

“Anak itu membuka kedua telapak tangannya, lalu ibunya menaruh kurma dalam genggaman anak tersebut dan dibawanya hingga ke lokasi penggalian parit tersebut,” katanya.

Rasulullah SAW yang melihat anak ini membawa sesuatu, kemudian memanggilnya. Setelah mendapat penjelasan dari anak itu, Rasulullah kemudian mengambil kurma itu dan ditaruh di kedua telapak tangannya dan menyuruh anak itu untuk pulang.

Kemudian Rasulullah memanggil semua sahabat untuk mengambil kurma yang ada di telapak tangannya secara bergiliran,

“Sampai semua sahabat Nabi mendapatkan bagian kurma yang ada di tangan rasulullah. Kurma itu tidak habis. Masya Allah. Jadi banyak kisah yang terjadi di masa Rasulullah SAW yang bisa menjadi pelajaran. Allah memberikan mukjizat sebagai bentuk kuasa sekaligus kasih sayang-Nya kepada Rasulullah SAW,” kata Ustadz Mansur Baba.

Reporter : Hamid
Editor : Rifay