MUI Palu: Tahun Baru Islam Momentum Perubahan Pola Pikir dan Tingkah Laku Hadapi Covid 19

oleh -234 Kali Dilihat
KH. Zainal Abidin

PALU- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu mengajak umat Islam, di pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah atau tepatnya 10 Agustus 2021, dijadikan sebagai momentum perubahan ke dalam hal positif, atau lebih baik.

“Hal inilah dilakukan Rasulullah bagaimana menyebarkan dakwah, menyampaikan pesan-pesan agama, yang di kota Mekah belum menerima dan berpindah ke kota Madinah, dan disambut luar biasa,” kata Ketua MUI Kota Palu, KH. Zainal Abidin, di Palu, Rabu (11/8).

Artinya kata Zainal, ada perubahan dirasakan Nabi ketika berada di Mekah dan ketika berada di Madinah. Sehingga dalam perjalanan sejarahnya perpindahan itu, terbentuklah satu Negara/Kota Madinah atau Yastrib/Tamadun atau Negara Peradaban.

“Di kota Madinah inilah di bangun peradaban-peradaban Islam, oleh Rasulullah bekerjasama dengan berbagai pihak dan agama, seperti Yahudi, Nasara dan Majusi, ” kata Zainal.

Maka kata Zainal, di tengah pandemi Covid 19 dan kondisi kekinian, masyarakat harus bergerak dan melakukan perubahan. Kalau dahulunya kita berpegangan tangan atau salaman, berdekat-dekatan.

“Sekarang harus melakukan perubahan. Jangan sering berpegang tangan atau salaman dan harus menjaga jarak, teori atau ilmunya menghendaki itu,” kata Zainal.

Zainal mengatakan, di masa pandemi covid 19 harus taat terhadap protokol kesehatan. Maka harus melakukan perubahan terhadap diri sendiri. Sebab, kondisi pandemi covid 19 itu menghendaki perubahan pola pikir dan tingkahlaku masyarakat, guna berhijrah kehal-hal positif atau lebih baik.

“Hakikat hijrah di masa covid 19, harus melakukan perubahan ke arah perbaikan, kebiasaan-kebiasaan lama harus dilakukan perubahan dengan kebiasaan baru, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kondisi kekinian,” tekannya.

Zainal menambahkan, kita butuh waktu, tidak boleh bosan dan jenuh. Untuk melakukan satu perubahan Rasulullah tidak pernah jenuh dan bosan dalam berdakwah.

Maka di masa pandemi Covid 19 ini, kata Zainal, harus menyampaikan pesan-pesan, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, sehingga bisa hidup berdampingan dengan pandemi Covid 19.

“Artinya, belum dalam waktu dekat diangkat Allah SWT, tetapi bila kita melakukan 5 M atau 3 M tambah doa, cepat atau lambat akan diangkat Allah SWT, ” pungkasnya.

Rep: IKRAM/Ed: NANANG