DONGGALA – Anggota DPRD Kabupaten Donggala dari Fraksi Gerindra, Moh. Nur, menggelar reses masa persidangan tahun 2026 di Desa Tibo, Kecamatan Sindue Tombusabora.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan perwakilan masyarakat yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sindue Tombusabora.

Dalam dialog interaktif, warga meminta kepastian agar hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang telah diajukan di tingkat desa tetap dikawal hingga realisasi.

“Masyarakat sangat dewasa menyikapi kondisi ekonomi saat ini. Mereka hanya menitipkan agar dikawal hasil Musrenbang desa sehingga tidak hilang saat sampai di tingkat kabupaten,” katanya, Sabtu (07/03).

Selain itu, para perwakilan desa di Sindue Tombusabora juga meminta dukungan di bidang pertanian.

Warga berharap pemerintah daerah melalui Moh. Nur dapat memberikan intervensi berupa bantuan sarana produksi pertanian untuk mendorong stabilitas ekonomi mereka.

Selain masalah ekonomi, isu pelayanan publik menjadi poin krusial. Perwakilan warga mengeluhkan jauhnya jarak tempuh menuju ibu kota kabupaten untuk mengurus dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga.

“Warga dari desa-desa yang jauh di Sindue Tombusabora sangat berharap pelayanan Adminduk bisa didekatkan kembali ke tingkat kecamatan. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi soal efisiensi biaya dan waktu bagi rakyat kecil,” tegasnya.

Moh. Nur mengungkapkan, semua masukan dari perwakilan desa di Sindue Tombusabora ini akan menjadi prioritas dalam laporan resesnya. Sebagai anggota legislatif, ia berkomitmen untuk menjembatani kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah daerah.

“Aspirasi ini bersifat mendesak. Fraksi Gerindra akan memastikan bahwa meskipun ada efisiensi anggaran, sektor-sektor produktif seperti pertanian dan kemudahan layanan dasar masyarakat tidak boleh dikorbankan,” tegasnya. ***