PALU – Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pusat diwakili Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulteng, Muh. Rum Lataru, melantik Moh. Misbahuddin sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) MDMC Provinsi Sulteng, Rabu (12/12) siang, di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu.
Moh. Misbahuddin dilantik bersama dengan jajaran pengurus lainnya.
Di kesempatan itu, Ketua MDMC Pengurus Pusat Muhammadiyah, Budi Setiawan, mengimbau kepada jajaran pengurus yang baru dilantik untuk menghidupkan segala aktifitas di daerah-daerah yang terdampak bencana.
Dia juga berpesan agar dalam bekerja harus dilakukan dengan riang gembira agar kebersamaan selalu terjaga.
Pj Ketua Umum PW Muhammadiyah, Hadie Sucipto, menambahkan, sebenarnya tidak perlu lagi ada pelantikan dan pengukuhan relawan MDMC Sulteng, karena sudah bekerja sejak lama. Tetapi, kata dia, dalam ikatan lembaga Muhammadiyah harus tertib, agar terkoordinasi antara daerah dan pusat.
Dia juga mengimbau agar relawan MDMC menjalanklan amanah sebaik mungkin saat berada di wilayah kerjanya masing-masing.
Ketua Relawan MDMC Sulteng, Moh. Misbahuddin menjelaskan, organisasi yang dinahkodainya itu merupakan lembaga yang bertugas untuk mengoordinasikan mobilisasi sumber daya dalam tanggap darurat bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan bencana serta rehabilitasi pascabencana.
Sesungguhnya, kata dia, pengurus MDMC Sulteng sudah ada sejak tahun 2015. Tetapi tahun ini distrukturisai kembali dengan jumlah pengurus baru yang didominasi anak-anak muda, agar lebih enerjik dalam menjalankan aksi kemanusiaan.
“Karena mengingat tupoksi dari MDMC ini sendiri adalah bagaimana menjadi relawan di tiap bencana. Sehingga dengan hadirnya beberapa wajah muda ini akan membuat MDMC lebih cepat bergerak,” katanya.
Ke depan, lanjut dia, MDMC Sulteng akan melaksanakan pelatihan-pelatihan gabungan pada tiap-tiap bidang terkait dengan psikososial, medis dan logistic.
Dia menambahkan, hingga saat ini MDMC Sulteng telah membuka 13 posko untuk melayani warga Kota Palu, Sigi dan Donggala yang terdampak bencana.
“Sebenarnya pascabencana lalu, kami sudah membuat pos koordinasi di kompleks Kampus Muhammadiyah Palu. Makanya hari ini tidak semua pengurus hadir di pelantikan karena sudah berada di posisi titik bencana semua, seperti di Kulawi, Rano, Sirenja, Bobo, Sidera dan Donggala Kodi,” tandasnya. (YAMIN)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.