Merdeka Belum Sepenuhnya untuk ‘Tope Bau’

oleh
Seorang anak memberi penghormatan saat Bendera Merah Putih dibentangkan di atas lima perahu nelayan di Pantai Opa, Desa Lambonga, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Senin (17/08). (FOTO : MAL/FALDI)

‘Nakavaopa Merdeka Dako Tope Bau’ demikian celetuk Ruslan dengan bahasa daerahnya di Pantai Opa, Desa Lombonga, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala. Kurang lebih artinya, adalah kemerdekaan yang masih belum sepenuhnya dapat dirasakan nelayan.

Pagi 17 Agustus 2020, seluruh warga di Desa Lombonga meliburkan aktivitasnya dan mulai memadati Pantai Opa, nampak warga kompak menggunakan pakaian merah, sedang lainnya berwarna putih. Sementara camat dan kepala desa menggunakan setelan jas putih berdasi hitam dan jas hitam berdasi merah. Begitu memukau, nampak semangat 45 warnai suasana itu.

Kedatangan warga di tempat itu juga tak luput dari perhatian,  ada berjalan kaki, menggunakan motor dan mobil sampai, bahkan  ada yang datang menggunakan perahu katinting. Semua tujuannya sama, yakni menyaksikan dan membentangkan bendera merah putih berukuran 20 x 3 di atas perahu sebagai salah wujud kecintaan mereka pada Indonesia. Sekaligus menjadi perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 75.

Bagi pria 55 tahun itu, mereka memaknai kemerdekaan adalah hidup sejahtera dengan berbagai profesi, termasuk menjadi seorang nelayan. Dapat memenuhi kebutuhan pangan dari laut untuk masyarakat luas, sehingga pangan ikut terpenuhi dari keringatnya sebagai nelayan.

Ia mengatakan, faktanya tak sedikit diusia kemerdekaan yang sudah mencapai 75 tahun ini, masih ada nelayan yang harus meminjam perahu nelayan lainnya untuk melaut.

“itu artinya belum sepenuhnya merdeka kita ini,” ujarnya.

Meski demikian, pria paruh baya itu mengaku, semangat dalam merayakan hari kemerdekaan tidak boleh surut.

“Kita sebagai generasi bangsa yang telah menikmati kemerdekaan dari penjajah, harus tetap menghargai perjuangan orang-orang terdahulu,” tegasnya.

Karena itu, ia berpesan untuk memaknai kemerdekaan itu secara sungguh-sungguh. Tidak sekadar ikut ramai dalam peringatan Kemerdekaan.

Pertama Kali Perayaan di Laut

Ditempat yang sama, Camat Balaesang, Abdul Manan Hadjri mengaku, peringatan kemerdekaan di Teluk Lombonga itu baru pertama kali dilakukan dengan menggunakan bendera berukaran demikian panjang dan lebarnya.

Hal itu sebagai simbol besanya kekuatan masyarakat Desa Lombonga, maupun Kecamatan Balaesang, berasal dari laut.

“Wilayah laut yang luas di kecamatan ini, potensi sangat besar untuk menjadi sumber kemerdekaan masyarakat kedepannya,” Katanya.

Sementara itu, pemuda Desa Lombonga, Didi Kurniawan mengatakan, dalam pembentangan bendera raksasa itu terlibat 20 orang pemuda desa setempat, serta pihak aparat gabungan dan elemen lainnya.

Pembentangan dilakukan dari pantai, kemudian diarak berjalan menuju perahu nelayan yang sudah bersiap menunggu. Usai melangsungkan pembentangan, anak-anak Desa Lombonga mengikuti perlombaan, diantaranya lomba lari karung, lomba makan kerupuk ditengah laut dan lomba mengambil bendera merah putih berukuran kecil dari tengah laut, yang kemudian dimasukan ke dalam botol yang ada di pantai.

“Pada tahun akan datang semoga bisa terulang lagi dan ukuran benderanya lebih besar lagi dan pastinya lebih meriah lagi,” pungkasnya.

Reporter :Faldi
Editor : Yamin

Iklan-Paramitha