PALU- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mendorong Sulawesi Tengah sebagai daerah potensial pembangunan ekosistem pelindungan pekerja migran Indonesia, sekaligus potensial pekerja migran Indonesia di masa mendatang.
“Saya sekarang membangun roadmapnya, untuk provinsi dan kabupaten, jadi saya buat konsepnya beda-beda,” kata Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, usai menyerahkan daging qurban secara simbolis kepada tiga perwakilan purna pekerja migran, di Kantor Purna Paskibraka, Jalan Zebra 1V, Kota Palu, Sabtu (7/6).
Abdul Kadir Karding mengatakan, untuk Provinsi Sulawesi Tengah, dirinya sudah berbicara dengan gubernur beserta jajarannya, dan beberapa bupati serta wali kota Palu.
“Kemudian bersama-sama, nanti kita mendorongnya, karena penting sebagai salah satu cara kita mengurangi pengangguran, kemiskinan dan menginvestasikan sumber daya manusia,” ujar Ketua Umum IKAMASDA Sulteng tersebut.
Abdul Kadir Karding menyebut, setiap daerah punya potensi, tinggal mengubah mental dan mindset. Karena orang tidak gampang mau meninggalkan keluarga 2-3 tahun, bahkan sampai 5 tahun.
Abdul Kadir Karding mengatakan, kalau sudah mendapatkan penjelasan, diharapkan dapat berubah.
Dia lalu menganalogikan, dan memotivasi, bila seseorang bekerja di luar negeri semisal di Korea pendapatannya bisa mencapai Rp15 juta per bulan, dibanding bekerja dalan negeri bisa sampai 5 bulan bekerja baru sebanding gaji sebulan di luar negeri.
“Berapa uang masuk ke daerah setiap bulan, dari 100 orang misalnya. Hal itu masih skala kecil, kalau skalanya besar, sangat membantu daerah, desa dan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga Abdul Kadir mengatakan, pada kegiatan qurban kali ini di pusat di Kota Palu. Kementerian P2MI berqurban 14 ekor sapi, dan 12 ekor kambing tersebar di 11 titik di seluruh Indonesia di antaranya, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah, dengan jumlah penerima qurban 2.790 orang, sebagian besar pekerja migran dan keluarganya.
“Untuk Kota Palu 2 ekor sapi dan 5 ekor kambing, dengan jumlah penerima 290 orang terdiri dari keluarga pekerja migran berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala,” katanya.
Abdul Kadir Karding mengatakan, mudah-mudahan momentum hari ini memperkuat rasa persaudaraan, antara pemerintah, dan masyarakat, lebih khusus pekerja migran.
Salahsatu pekerja migran Suhartini merasa bersyukur dan berterimakasih atas qurban dari Kementerian.
“Insya Allah program ini terus berlanjut, sehingga purna migran bisa terbantu, sekaligus bersilaturahmi dengan lainnya,” ujar pekerja Migran ke Negara Jiran Malaysia.
Suhartini mengimbau, bagi masyarakat ingin bekerja sebagai pekerja migran agar mengikuti sesuai mekanisme dan prosedur undang-undang. Hal tersebut memudahkan advokasi bila sesuatu hal terjadi di luar dugaan menyentuh ranah hukum.
Reporter: IKRAM

