Mengais Untung, Dagang Cupang di Tengah Pandemi

oleh
Muhajrin Seluman, pedagang ikan cupang.

PALU – Masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir seringkali dianggap, sebagai ancaman bagi ekonomi keluarga. Namun orang tidak melihat justru masih banyak peluang untuk menambah pendapatan keluarga. Salah satunya dengan berdagang dari rumah.

Hal itu dirasakan dan dilakukan oleh Muhajrin Suleman. Meskipun di rumah, Muhajrin justru tidak merasa kekurangan. Usaha yang digelutinya saat ini adalah berjualan ikan cupang.

Ikan cupang milik Muhajrin Suleman dipasarkan lewat online dengan nama dagangan “Saudagar Cupang”. Beberapa permintaan datang dari daerah luar Palu dan Sulawesi Tengah.

“Dalam seminggu biasa ada pesanan dari daerah-daerah dalam jumlah partai,” aku Muhajrin ditemui MAL Online, di rumahnya BTN Palupi Permai Blok V1/03 Kota Palu, Senin (1/6).

Awalnya, dia memelihara cupang karena hobby. Namun proses kembang biak ikan cupang yang cepat, membuat Muhajrin mesti memutar otak, untuk menjual ikan cupangnya.  Bahkan hobby itu baru dijalaninya enam bulan belakangan ini.

Muhajrin hingga saat ini masih berjualan di terasnya. Menggunakan wadah seadanya, seperti toples, aquarium buatan sendiri, botol air miniral, dan wadah kolamnya memakai kulkas bekas.

Tapi meskipun demikian, pembelian ikan cupangnya hampir tiap hari. Baik dalam jumlah partai maupun eceran.

“Saya sekarang justru kewalahan. Stok sekarang sudah terbatas.  Rencananya kalau ada lahan saya mau bikin kolam,” ujarnya.

Menurutnya di tengah pandemi ini, jumlah permintaan tidak mengalami penurunan. Hanya saja, dia kesulitan pada proses pengiriman disebabkan aturan PSBB pada jasa pengiriman.

Dia mengatakan, berjualan Ikan Cupang mungkin bagi sebagian orang bukan pencinta ikan hias, dianggap tidak menguntungkan. Akan tetapi, dia merasakan sendiri, ikan yang dikenal berukuran kecil dan berekor panjang dan lebar ini memiliki banyak peminat. (NANANG)

Iklan-Paramitha