Tiga pasangan calon kepala daerah yang didukung oleh koalisi partai politik dan gabungan partai politik, tentu saja memiliki keandalan dan keunggulan masing masing.

Dalam presfektif voting behaviorstik bahwa keterpilihan calon dalam pilkada banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam konteks studi studi pemilu bahwa faktor sosiologis, fasktor psikologis dan faktior rasional sangat mungkin mempengaruhi keterpilihan calon di hari pemungutan suara pada, Rabu, 27 Nopember 2024.

Kajian Voting behaviortistik atau perilaku pemilih merupakan sikap seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik yaitu dengan jalan memilih pemimpin.

Tiga faktor yang mempengaruhi pemilih dalam studi kepemiluan yakni; Pertama faktor, psikologis, adanya
keterikatan psikologi yang membentuk orentasi politik seseorang dengan kandidat dan partai Politik.

Kedua, faktor sosiologis. Pemilih memiliki preferensi memilihnya menempel pada diri individu berupa nilai agama, kelas sosial, etnis, daerah, tradisi dan keluarga. Ketiga, Pemilih Rasional atau Rational Choice.

Perilaku pemilih rasional ini pemilih memili karena alasan visi, misi dan program. Pemilih rasional mengevaluasi dan mentracing latar belakang, profil dan kepempinan calon pemimpinnya.

Berdasarkan studi voting behaviristik ini, kita bisa menemukan dan menakar kandidat calon gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah sebagai starting point keterpilihan para calon melalui kampanye pilkada Sulawesi Tengah tahun 2024.