Masjid Miftahul Khair Siap Rehab Total, Desa Sendana Galang Dana dari Berbagai Sumber

oleh -
Masjid Miftahul Khair, Desa Sendana

PALU – Masjid Miftahul Khair, masjid utama di Desa Sendana, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parimo, akan segera menjalani rehabilitasi menyeluruh. Bangunan yang sudah tua ini, menurut Kades Sendana, Mahyuddin, dinilai layak untuk diperbaiki karena dindingnya mulai retak dan desainnya memerlukan perombakan.

Dengan hanya dua masjid di desanya, satu berukuran kecil (mushalla) di Dusun 5, dan yang lainnya adalah masjid Miftahul Khair, Mahyuddin sedang berupaya menggalang dana untuk proyek rehabilitasi ini. Saat diwawancara, dia menjelaskan bahwa mereka telah mengumpulkan dana dari masyarakat, kelompok tani, pengusaha lokal, bahkan melalui lomba Liga Dangdut Sendana.

“Tidak hanya itu, kami juga berencana mengajukan proposal ke Pemerintah setempat dan anggota DPRD Parimo. Jika perlu, kami akan meminta bantuan langsung dari Bapak Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, siapa tahu bisa membantu pembangunan dan rehabilitasi masjid di desa kami,” ujar Mahyuddin pada media ini pada Senin (29/1).

Dalam upaya mereka, desa tersebut baru-baru ini menggelar acara lomba Liga Dangdut, di mana sebagian hasilnya akan dialokasikan untuk pembangunan masjid. Mahyuddin menjelaskan bahwa ini merupakan langkah awal dalam memulai proses rehabilitasi.

Panitia pembangunan masjid, yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kecamatan Kasimbar, Aswar H. Dg Mangudju, akan berkumpul untuk membahas kapan akan dimulainya rehabilitasi. “Kami berjanji untuk segera memulai rehabilitasi tersebut. Kami berharap para pemimpin daerah dapat turut serta ambil bagian dalam mendukung rehabilitasi masjid kami,” tambahnya.

Dalam suatu upaya mulia, Kades Sendana Mahyuddin menggugah hati masyarakat agar turut serta dalam memberikan bantuan rehabilitasi kepada Masjid Miftahul Khair. Dengan langkah proaktif ini, diharapkan masjid tersebut dapat kembali berfungsi sepenuhnya sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di wilayah tersebut.

Reporter: Irma
Editor: Nanang