PALU- Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Martinus Hukom secara langsung meresmikan Gedung Kantor BNNP Sulawesi Tengah dan Gedung Rehabilitasi Kabupaten Morowali, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita bertempat di Gedung Kantor BNNP Sulteng, Jalan Soekarno- Hatta, Kota Palu, Selasa (22/7).
Kepala BNN RI Komjen Pol. Marthinus Hukom mengatakan, ini momentum sangat-sangat luar biasa yaitu peresmian gedung kantor BNN Provinsi Sulawesi Tengah dan fasilitas rehabilitasi BNNK Morowali.
Marthinus menyebut, isu-isu narkoba adalah isu-isu bersifat interdisiplin. Spektrumnya, spektrum sosial, spektrum ekonomi, spektrum psikologi, budaya dan lain-lain. Maka kunci keberhasilan adalah kolaborasi.
“Kantor bukan sekadar simbolis fisik, kantor adalah merupakan simbol kewibawaan pemerintah, kantor menghadirkan pelayanan, dan kantor memberikan rasa,” kata Marthinus.
Martinus mengatakan, berhubungan dengan rasa, khusus untuk para penjahat-penjahat narkoba,
Kantor BNN harus menjadi simbol ketakutan bagi para bandar.
“Kami bertekad mengejar bandar sampai di mana pun mereka berada. Ini pesan keras buat siapa saja yang masih bermain-main,” tegasnya.
Kapolda Sulteng Irjen Pol. Agus Nugroho menyambut baik dengan pembangunan gedung kantor BBNP. Dan berharap pembangunan gedung kantor BNNK di wilayah, sehingga bisa meningkatkan hubungan kerja sama dengan setiap kelompok.
“Khususnya kelompok operasional di daerah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Kepala BNN Provinsi Sulteng Brigjen Pol.Ferdinand Maksi Pasule mengatakan, Januari 2025, BNP Sulawesi Tengah berkantor sementara di gedung sewa di Jalan Dewi Sartika Nomor 49, Kelurahan Biroguli Selatan.
“Berdasarkan kondisi tersebut, kami melakukan usulan pembangunan gedung kantor sejak 2019 dan baru pada tahun 2020 dapat dimasukkan dalam perencanaan rekonstruksi bangunan pemerintah oleh Kementerian PUPR melalui Satgas Kebencanaan,” tuturnya.
Selanjutnya kata Fetdinand pada 2022 pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan dukungan terhadap penguatan kinerja BNN dengan memberikan hibah tanah seluas 2 hektar, sebagai lokasi pembangunan gedung kantor BNP Sulawesi Tengah.
“Pembangunan gedung kantor BNP Sulawesi Tengah baru dimulai pada 2024 dengan alokasi anggaran sebesar Rp17.171.297.611.dengan sumber pendanaan dari Bank Dunia,” katanya.
Ferdinand menambahkan, melalui balai prasarana dan pemukiman wilayah Sulawesi Tengah, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Gedung ini dibangun dengan total luas bangunan mencapai 1.041 m². Yang terdiri dari gedung utama, pos penjagaan, rumah pompa, dan rumah genset.
Dan pada tahun 2025 ini melalui anggaran perubahan BPPW Sulawesi Tengah, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR telah direncanakan anggaran tahap kedua, dimulai Agustus tahun 2025.
Dengan estimasi sebesar 2,1 miliar. Peruntukan anggaran tersebut adalah untuk pengadaan AC, CCTV, mesin genset, tata suara, ruangan, dan UPS serta jalan masuk dari depan ke gedung.
Lebih lanjut kata Ferdinand pemerintah Kabupaten Morowali menghibahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tengah berupa bangunan gedung untuk rehabilitasi dengan anggaran pembangunan sebesar Rp3.549.799.000 dan hibah anggaran sebesar Rp500.000.000 untuk kebutuhan pengadaan peralatan penunjang operasional balai rehabilitasi.
Dalam kesempatan tersebut Ferdinand memohon kepada Gubernur menghibahkan sisa tanah di belakang kantor BNN diperuntukkan untuk membangun Rumah Tahanan Balai Rehabilitasi ada di Kota Palu, Balai Rawat Jalan dan Balai Rawat Inap serta rumah dinas kepala BNNP. Serta fasilitas-fasilitas dapat mendukung kegiatan-kegiatan untuk olahraga.