“Maafkan Saya Bib, Banyak Pekerjaan Belum Selesai Saya Kerjakan di Alkhairaat”

oleh -
Ketua Umum PB Alkhairaat HS Ali bin Muhammad Aljfufri. Insert: Almarhum Irfan Abdul Gafar.

PALU- Duka mendalam atas wafatnya ustadz Irfan Abdul Gafar juga dirasakan oleh keluarga besar Alkhairaat dan para sahabat dekatnya. Beberapa hari sebelum wafat, Ketua Umum PB Alkhairaat, Habib Ali bin Muhammad Aljufri menziarahinya di kediaman beliau di Kelurahan Tavanjuka, Kota Palu. Saat itu almarhum terbaring lemah tak berdaya.

“Maafkan saya Bib, banyak pekerjaan saya di Alkhairaat belum selesai,”ucapnya lirih, bulir air matanya menetes di sudut matanya.

Habib Ali kemudian menimpali,”Semua pekerjaan Anda di Alkhairaat telah tuntas Anda laksanakan dengan baik, Kami yang seharusnya memohon maaf,” kata Habib Ali terbata, seisi ruangan hening.

Mendengar kabar wafatnya ustadz Irfan, Habib Ali, secara pribadi dan lembaga Alkhairaat merasa kehilangan. Di mata Habib Ali, Irfan Abdul Gafar adalah sosok yang sangat santun dalam tutur kata dan perilakunya,seorang yang sangat bertanggung jawab saat diberikan tugas, tidak pernah menunda pekerjaan, semuanya tuntas dilaksanakan.

Wakil Sekjen PB Alkhairaat itu dikenal sebagai seorang pekerja keras dan bertanggung jawab.

“Kami Abnaul Khairaat,Pengurus Besar Alkhairaat serta zurriah Alhabib Idrus bin Salim Aljufri berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya semoga Allah SWT mengampuni segala dosa, menerima semua amal baktinya dilapangkan jalan dan tempatnya serta dimasukkan ia kedalam surga Firdaus yang amat tinggi dengan syafaat nabi Muhammad SAW serta ahlul baitnya,” tulis Habib dalam akun pribadinya.

Habib Ali juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, semoga Allah menganugerahi mereka semua termasuk orang-orang yang sabar.

Habib Ali memberikan petuah dalam pepatah arab, “yang ada di depan mata kita hari ini, tidak akan ada lagi esok hari. Yang ada dalam genggaman detik ini, tidak akan kekal dalam genggaman. Di hari esok, Allah boleh mengambilnya, kapan saja. Mereka yang pinjamkan untuk kita, hargailah selagi mereka masih ada. Jangan ketika mereka sudah tidak ada, ketika mereka tidak lagi di genggaman, baru disesali, detik demi detik yang disia-siakan, walaupun ia akan silih berganti. Yang datang tidak akan pernah sama dengan yang telah pergi.

“Selamat jalan Ustadz Irfan, Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’uun,”Tulis Habib Ali dengan emotikon menangis.

Reporter : Iwan Laki
Editor: Nanang