PALU – Literasi media dan kemampuan komunikasi digital dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah (Sulteng) di era digital saat ini.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Literasi Media, Komunikasi, dan Peluang UMKM di Era Digital yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulteng bekerja sama dengan PT Bank Sulteng, Kamis (15/01).
Ketua Panitia Penyelenggara, Khairudin Tanjung, menyampaikan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum optimal memanfaatkan media digital dalam pengembangan usaha, baik dari sisi pemasaran, komunikasi usaha, maupun pengelolaan informasi keuangan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu dijawab melalui peningkatan literasi media yang etis, kritis, dan produktif, dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk media, perbankan, akademisi, dan mahasiswa.
“UMKM tidak cukup hanya hadir di media digital, tetapi juga harus memahami cara berkomunikasi yang benar, membangun kepercayaan publik, serta memanfaatkan informasi secara bertanggung jawab,” ujar Khairudin.
Ia menambahkan, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen literasi digital yang dapat mendampingi UMKM dalam proses transformasi menuju usaha berbasis digital.
Sebagai bank pembangunan daerah, PT Bank Sulteng terus mendorong penguatan UMKM melalui edukasi keuangan, perluasan akses pembiayaan, dan pendampingan usaha. Kolaborasi dengan PWI Sulteng diharapkan dapat memperluas pemahaman pelaku UMKM terhadap pemanfaatan media dan peluang ekonomi digital.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Workshop Bank Sulteng tersebut dikemas dalam bentuk talkshow dan diskusi interaktif dengan tema “Membangun UMKM Berdaya Saing melalui Literasi Media dan Komunikasi Digital”.
Tiga narasumber dihadirkan dalam kegiatan itu, masing-masing Firman selaku Pemimpin Divisi Kredit Bank Sulteng, Imam Aliani Putra selaku Asisten Manajer OJK Sulteng, serta Wahyu Efendy, Direktur PT Badan Segar Urusan Lancar (Break Time Palu), yang memaparkan materi terkait pembiayaan, regulasi, dan praktik pengembangan UMKM digital.

