TOUNA – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Dusun Pulau Salaka, Desa Kavetan, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, Selasa (10/03) malam.
Api yang diduga berasal dari sebuah kios dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya hingga menghanguskan sedikitnya lima unit rumah milik warga.
Kapolsek Una-Una, IPTU Sodang Datuan, Membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas bermain petasan di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, api mulai muncul sekitar pukul 21.00 WITA.
“Kejadian kebakaran di Dusun Pulau Salaka ini dipicu oleh petasan jenis gasing yang dimainkan anak-anak. Petasan tersebut masuk ke dalam kios milik saudara Kadir dan menyambar jeriken berisi BBM jenis Pertalite,” ujar IPTU Sodang.
Kata dia, percikan api yang menyambar bahan bakar tersebut kemudian memicu kobaran besar yang dengan cepat membesar merembet ke rumah warga lainnya.
Beberapa rumah yang turut terdampak merupakan milik Mustondong, Isa, Salima, dan Gafar Harson.
“Warga setempat, termasuk mereka yang datang menyeberang pulau menggunakan perahu, bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya di tengah kepanikan,” katanya.
Kapolsek memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, satu orang warga dilaporkan mengalami luka ringan ketika berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api.
“Saksi atas nama Masna mengalami luka bakar pada kedua jari kakinya. Untuk kerugian materiil, diperkirakan mencapai total Rp850 juta,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerugian terbesar dialami oleh pemilik kios, Kadir, dengan taksiran kerugian mencapai Rp500 juta.
Sementara itu, Mustondong diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp150 juta. Tiga rumah warga lainnya mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian berkisar antara Rp40 juta hingga Rp100 juta.
Usai peristiwa tersebut, personel Polsek Una-Una langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan serta mengamankan area kebakaran.
Garis polisi juga telah dipasang di sekitar reruntuhan bangunan untuk kepentingan proses penyelidikan.
“Kami sudah mengamankan barang bukti dan mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi di lapangan. Saat ini lokasi sudah dalam pengawasan kami guna memastikan situasi tetap kondusif,” tutupnya. ***

