PALU – PT Citra Palu Minerals (CPM) melibatkan instruktur profesional Kementrian Tenaga Kerja (Kemnaker) untuk melakukan transfer ilmu secara komprehensif kepada belasan pemuda lingkar tambang.
Langkah ini dilakukan untuk menyikapi fenomena kesenjangan kompetensi yang seringkali menjadi penghalang bagi warga lokal untuk masuk ke dunia profesional.
Program tersebut bukan sekadar pelatihan singkat. Para peserta mendapatkan materi teknis hingga pemahaman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat.
“Fokusnya jelas, menghasilkan teknisi bersertifikat yang mampu bekerja dengan standar industri nasional,” kata Officer Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)/CSR PT CPM Mohamad Rizky Sultan, Rabu (29/04).
Ia mengatakan, untuk tahap awal ini, sebanyak 13 warga lingkar tambang menjadi peserta program yang terbagi di kelas kelistrikan dan teknisi AC.
Kata dia, hal ini merupakan bentuk nyata dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
“Selain itu, program ini menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat khusunya lingkar tambang terhadap pendidikan vokasi dan pelatihan kerja, sehingga mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal,” katanya.
Dia berharap, melalui program ini, warga lingkar tambang dapat memiliki keterampilan baru yang membuka peluang kerja maupun usaha mandiri.
“Pada akhirnya, kerjasama ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi, memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah sekitar tambang,” jelasnya.
Sementara itu Direktur Bina Lembaga Pelatihan Vokasi Kemnaker RI, Andri Susila, mengatakan, kolaborasi dengan CPM ini tidak hanya menyiapkan tenaga kerja yang dipakai di industri, namun juga bisa memenuhi kebutuhan di luar konteks perusahaan seperti mitra perusahaan.
“Selain itu mereka juga bisa membuka usaha sendiri dalam banyak hal terkait teknis seperti teknisi kelisitrikan, service elektronik maupun kompetensi lainnya,” ujarnya.
Menurut dia, kolaborasi perusahaan dengan Kemnaker ini dapat memberikan manfaat kepada warga lingkar tambang maupun sekitarnya.
“Sehingga kita dapat membantu pemerintah mengurangi pengangguran di Kota Palu dan Sulawesi Tengah pada umumnya,” jelasnya.
Sebelumnya, PT CPM juga telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar (PVP) melalui Satuan Pelaksana (Satpel Palu) Kemenaker RI, di Palu.
MoU tersebut ditandatangani General Manager External Affairs PT CPM, Amran Amier dan Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas(PVP) Makassar, Nasrun Imullah, disaksikan sejumlah pihak.

