Kuasa Hukum Polda Minta Hakim Tolak Seluruhnya Permohonan Praperadilan CDW

oleh -
Suasana jalannya sidang lanjutan permohonan praperadilan dengan pemohon CDW di PN Palu. (Foto : IKRAM/MAL).

PALU- Hakim tunggal Pengandilan Negeri (PN) PHI/Tipikor/Kelas IA Palu, Andi Juniman Konggoasa, melanjutkan pemeriksaan sidang permohonan praperadilan dimohonkan pemohon CDW atas penahanannya dilakukan oleh Termohon (Polda Sulteng) Cq Ditresnarkoba Polda Sulteng, Selasa (13/2).

Agenda sidang lanjutan tersebut, mendengarkan jawaban dari termohon atas permohonan pemohon praperadilan tCDW elah dibacakan pada sidang sebelumnya. Dan persidangan tersebut dihadiri secara lengkap oleh kesemua kuasa hukum dari para pihak.

Salah satu kuasa hukum termohon AKP M Tarigan, dalam nota tanggapannya menegaskan bahwa, tindakan Termohon telah melakukan tindakan penangkapan sebagaimana Surat Perintah Penangkapan Nomor : Sp.Kap/2/I/RES.4.2./2024/Ditresnarkoba tanggal 03 Januari 20240 untuk melakukan penangkapan terhadap CDW Pemohon, berlaku sejak 03 Januari 2024 sampai dengan 06 Januari 2024 dan perpanjangan penangkapan sebagaimana Surat Perintah Perpanjangan Penangkapan Nomor : Spp.Kap/2.a/I/RES.4.2/2024/Ditresnarkoba 06 Januari 2024 untuk melakukan perpanjangan penangkapan terhadap CDW Pemohon berlaku sejak 06 Januari 2024 sampai dengan 09 Januari 2024 terhadap pemohon telah dilakukan berdasarkan prosedur perundangan undangan berlaku.

Begitupun penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : Sp.Han/2/I/RES.4.2./2024/Ditresnarkoba tanggal 09 Januari 2024 untuk dilakukan penahanan terhadap Pemohon sejak 09 Januari 2024 hingga 28 Januari 2024.

“Oleh karena kami dari kuasa termohon praperadilan memohonkan kepada majelis hakim yang memeriksa perkara tersebut, agar memberikan putusan menolak permohonan praperadilan yang dimohonkan pemohon untuk seluruhnya. Menyatakan seluruh tindakan termohon adalah sah,” sebut Tarigan.

Dalam nota tanggapanya kuasa hukum termohon juga memohonkan kepada majelis hakim tunggal agar penanganan perkara yang tengah disangkakan kepada pemohon dapat dilanjutkan oleh termohon.

“Atau apabila Ketua Pengadilan Negeri Palu c.q. Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara A Quo berpendapat lain mohon Putusan yang seadil-adilnya,” pinta Tarigan.

Sidang perkara praperadilan tetsebut kembali dilanjutkan pada Kamis, 15 Februari 2024, dengan agenda replik dari pemohon praperadilan terhadap jawaban atau tanggapan termohon.

“Jadi sidang kita tunda dan kita lanjutkan pada Kamis, 15 Februari 2024, untuk agenda replik dari pemohon. Selanjutnya Jumat 16 Februari 2024 sidang dilanjutkan untuk agenda duplik dari termohon, sekaligus pemeriksaan bukti surat,” ujar hakim tunggal Andi Juniman Konggoasa menerangkan agenda sidang lanjutan kepada para pihak.

Diketahui adapun dasar dilakukan gugatan praperadilan oleh pemohon berawal dari pada Rabu 3 Januari, pihak Polda Sulteng masuk ke rumah pemohon (kliennya) dengan tujuan menangkap DN, selaku suami dari kliennya, atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Oleh karena suami dari kliennya tidak berada di tempat, maka dibawalah kliennya ke Polda Sulteng dengan alasan dimintai keterangan dan berjanji mau dipulangkan hari itu juga.

Namun sudah berlangsung sampai Selasa 9 Januari justru kliennya ditahan. Dan pada saat penangkapan tidak ditemukan barang bukti. Padahal pula hasil tes urine kliennya negatif.

Reporter: IKRAM
Editor: NANANG