Komisi II DPRD Bangkep Curhat Kondisi Infrasktruktur ke DPRD Sulteng

oleh -
Komisi III DPRD Sulteng saat menerima kunjungan konsultasi Komisi II DPRD Bangkep, di ruang sidang utama DPRD, Rabu (25/05). (FOTO: HUMPRO DPRD SULTENG)

PALU – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Sonny Tandra, didampingi Wakil Ketua Komisi III, Zainal Abidin Ishak, menerima kunjungan konsultasi Komisi II DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Rabu (25/05).

Konsultasi itu dipimpin Ketua Komisi II DPRD Bangkep, Muhammad Hata Mayuna, disertai sejumlah anggota komisi lainnya, Burhan Alelaga dan Alaman Ajula.

Ketua Komisi II DPRD Bangkep, Muhammad Hatta, mengatakan, tujuan mereka datang adalah untuk menindaklanjuti hasil rapat kerja komisi II terkait peningkatan jalan provinsi, khususnya di ruas jalan Saiyong-Seasa sepanjang 40 kilometer dan Salakan-Sambiut sepanjang 63 kilometer.

Menurutnya, dua ruas jalan ini merupakan kewenangan provinsi yang kondisinya rusak parah, sehingga memakan waktu berjam-jam untuk dilalui.

Hatta juga menyinggung kondisi pelabuhan/dermaga yang juga membutuhkan perhatian. Menurutnya, dermaga tersebut dibangun tahun 1999 dan sampai hari ini belum pernah ada perbaikan.

“Pasalnya jika tidak diperbaiki, maka deramaga tersebut akan roboh karena beberapa tiang penyangganya sudah pisah,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Sonny Tandra, mengatakan bahwa selama dua tahun ini APBD Sulteng itu direkofusing untuk penanggulangan Covid-19.

“Kami khusunya komisi III sudah membagi dana APBD itu seadil mungkin. Kami dengan teman-teman sudah berjuang sedemikian rupa. Hanya saja kenyataannya, dananya terbatas,” ujar Sonny.

Ia menuturkan, di tahun 2023 nanti, Gubernur Sulteng telah memprogramkan pendidikan gratis bagi SMA/SMK sederajat. Jika dihitung, kata dia, dana yang dibuthkan mencapai Rp90 miliar. Belum lagi, kata dia, menghadapi Pilkada serentak tahun 2024 yang juga akan memakai dana APBD tahun 2023.

“Ditambah lagi setelah gempa bumi dan tsnuami yang menerjang salah satu ikon Sulteng, yaitu Masjid Agung. Pembangunanya juga membutuhkan dan Rp200 miliar sampai Rp400 miliar. Makanya beban APBD Tahun 2023 sangatlah berat,” katanya.

Pihaknya sendiri akan berupaya agar usulan jalan dan pelabuhan bisa didanai oleh APBN. ***