PALU – Sekretaris Majelis Pendidikan Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Ustad Mohamad Hadi Rumi mengatakan, dari hari Rapat Koordinasi (Rakor) zona III yang dilaksanakan di Kapaten Parigi Mautong, ada delapan poin yang disepakati para Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat.

Delapan kesepakatan tersebut kata Ustad Hadi Rumi yakni: memantapkan program kerja; mengaktifkan kepengurusan; memastikan kesekretariatan sampai ke tingkat ranting; mengaktifkan kembali Madrasah Dinia Awaliyah (MDA); mengupayakan sumber daya pendapatan Alkhairaat melalui pemberdayaan aset Alkhairaat; melakukan pencatatan aset Alkhairaat baik sertifikat lahan, hibah, wakaf maupun aset yang bergerak; mendorong pengaktifkan Banom dalam mendukung kegiatan Alkhairaat; dan akan dilakukan evaluasi setiap enam bulan Rakor Zona tiga.

“Semua delapan poin tersebut menjadi penting bagi pelaksanaan Komda-Komda dalam program kerjanya, sehingga Komda tersebut nampak apa yang dilaksanakan selama 6 bulan itu,” kata Ustad Hadi.

Sesi dialog yang dipimpin langsung Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Mohsen Alaydrus dan didampingi Sekjen PB Alkhairaat itu kata Ustad Hadi, banyak masukan dan menjadi ajang curhat para pengurus Komda, dalam pengembangan lembaga Alkhairaat yang lebih baik kedepan.

Namun yang menjadi penekanan ketua Umum PB Alkhairaat adalah, sebagai lembaga yang terorganisir dan terstruktur, maka diharapkan Komda-Komda memiliki ksekretariatan yang jelas, sampai ke tingkat ranting. Hal ini tidak hanya memudahkan pendataan, namun juga sebagai jalannya adminitrasi organisasi yang lebih nampak.

“Jadi Komda sampai tingkat ranting itu harus jelas sekretariatnya. Harus ada papan nama yang jelas, biar orang tahu dan lebih kenal,” ujar Ustad Hadi mengutip pernyataan Ketua Umum PB Alkhairaat.

Diketahui, Komda Alkhairaat yang masuk dalam zona tiga adalah, Kabupaten Parigi Mautong, Donggala, Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Reporter: Hady
Editor: Nanang