PALU – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Dr Faisal Attamimi yang menjadi Khatib Idul Fitri di Masjid Jabal Nur BTN Citra Pesona Indah, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengajak umat Islam untuk meningkatkan ukhuwah dan keshalehan sosial.

Di hadapan jamaah sholat Idul Fitri, Dr Faisal Attamimi menyampaikan khutbah tentang “Manifestasi Fitrah: Mambangun Resiliensi Spiritual, Ukhuwah dan Keshalehan Sosial.

“Tempaan Ramadhan mengajarkan kita menjadi pribadi yang resilient, pribadi yang tangguh dan tidak mudah patah. Kita dilatih untuk menahan lapar dan dahaga, bukan sekadar urusan perut, melainkan melatih “otot” kesabaran. Di tengah ketidakpastian dunia dan dinamika hidup yang seringkali menguras energi. Seorang muslim yang kembali ke fitrahnya adalah mereka yang memiliki ketangguhan spiritual. Ia tidak mudah putus asa saat diuji, dan tidak sombong saat diberi nikmat,” kata Dr Faisal Attamimi.

Kata Faisal Attamimi, kalau kita memahami fitrah sebagai “agama yang benar”, maka beridul fitri berarti kembali melaksanakan tuntunan agama yang benar. Rasul Saw bersabda: Inti dari beragama adalah keharmonisan hubungan atau hubungan timbal balik yang harmonis. Nabi juga menjelaskan, Agama adalah saling nasihat menasihati, sehingga kita berlapang dada, saling membina, saling membantu sesama untuk kemaslahatan ummat dan bangsa. Itu yang kita inginkan dari idul fitri.

Idul Fitri adalah momentum “pulang” atau kembali. Bukan hanya pulang ke kampung halaman, tapi pulang atau kembali ke hakikat kita sebagai makhluk sosial. Kita berdiri sejajar, bahu-membahu tanpa sekat dan status sosial. Fitrah manusia adalah bersaudara. Jangan biarkan perbedaan pilihan, perbedaan pendapat, atau gesekan-gesekan kecil di lingkungan sekitar kita merusak rajutan ukhuwah atau persaudaraan kita. Kesalehan seseorang belum sempurna jika ia belum mampu memaafkan saudaranya.

Ia menekankan bahwa, kesalehan tidak boleh berhenti di dalam masjid saja, tidak boleh berhenti hanya pada diri sendiri. Kesalehan harus membumi dan menyebar di semua ruang-ruang kehidupan masyarakat secara luas. Jadilah orang yang peduli, yang tanggap saat ada warga yang kesusahan, dan jadilah orang yang aktif menjaga keharmonisan lingkungan sekitar.

“Mari kita jadikan Idul Fitri 1447 H ini sebagai titik start untuk menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, bermanfaat dan terus merawat ketaqwaan yang telah ditempa selama bulan suci Ramadhan. Menjadi pribadi yang selalu “hadir”. Hadir untuk keluarga, hadir untuk masyarakat, hadir untuk negara tercinta Indonesia dan senantiasa hadir di hadapan Allah SWT menunaikan hablun minallah dengan meningkatkan ibadah dan hamblun minannas dengan terus menjaga silaturrahmi antar sesama manusia,” imbuhnya.*