PALU – Belum lama ini PB Alkhairaat melantik dan mengambil sumpah Kepala Sekolah (Kepsek) SD Alkhairaat I, Alwiah Bubakar yang menggantikan Plt Kepsek SD sebelumnya Sumitro F.Nanto, bertempat di ruang pertemuan kantor PB Alkhairaat.
Pelantikan ini dilakukan langsung Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Mohsen Alaydrus. Acara ini dihadiri Sekjen PB Alkhairaat Jamaludin Mariajang dan majelis pendidikan PB Alkhairaat, serta tenaga pendidik SD Alkhairaat 1 Palu.
Ketua Umum PB Alkhairaat Habib Mohsen Alaydrus dalam arahannya mengatakan, tenaga pendidik dapat melihat dan memberi ruang serta waktu untuk menyerap pelajaran, baik menulis, membaca dan menyampaikan kembali apa yang di telah di berikan.
“Guru mata pelajaran harus mengetahui kompetensi output peserta didik SD Alkhairaat 1 Palu melalui proses yang jelas,” kata Ketum PB Alkhairaat.
Dirinya menegaskan, mengajar bukan sekadar menggugurkan kewajiban sampai tuntasnya materi pelajaran. Namun peserta didik benar-benar memberikan pemahaman pada siswa, sehingga ilmu pelajaran yang diserap selalu tertanam.
Adapun pelaksanaan ekstra kurikuler atau les untuk penguatan peserta didik lanjut Ketum PB Alkhairaat, dapat berkolaborasi dengan komite melalui perencanaan secara terukur. Selain itu, membuat kompetisi antara kelas dan memunculkan ciri atau nilai khas Alkhairaat yang dapat diadopsi oleh satuan pendidikan lain.
“SD Alkhairaat yang memiliki sumber orang-orang sukses, maka jangan stagnan dengan keadaan yang ada, tetapi buatlah gelombang sampai ombak kemampuan peserta didik tersalurkan,” ujarnya.
Selain itu Habib Mohsen memberikan masukan, agar Buku Muhasabah perlu diadakan oleh semua wali kelas. Hal ini mengenai kegiatan keseharian peserta didik di rumah yang dilakukan, baik pelaksanaan ibadah maupun muamalah juga akhlaq agar terkontrol.
“Terpenting jaga kekompakan walaupun dikritik, sebab kritis itu penting untuk menutup celah dari bagian yang perlu diperbaiki, selama kritik membangun secara bersama, bukan parsial,” harap Ketum PB Alkhairaat.
Hady