Ketua DMI Sulteng akan Kukuhkan Pengurus Ikatan Alumni Peldaim Sulteng

oleh -
Pengurus Ikatan Alumni Peldaim Sulteng. (FOTO: IST)

PALU – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), direncanakan akan mengukuhkan pengurus wilayah Ikatan Alumni Peldaim Sulteng.

Peldaim atau Pelatihan Da’i dan Imam Masjid merupakan salah satu program DMI Sulteng yang bertujuan menjadi wadah menyinergikan seluruh anggota Peldaim dalam mewujudkan visi misi DMI “Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid.

Sejak diluncurkan, sudah sekira 560 anggota da’i muda dan imam dari 8 angkatan yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Para da’i muda dan imam ini membentuk wadah yang mereka namakan Ikatan Alumni Peldaim.

Sesuai agenda, pelantikan alumni Peldaim ini akan berlangsung pada momentum acara halal bi halal Dewan Masjid Indonesia Sulawesi Tengah.

“Insyaallah sesuai hasil rapat internal pengurus alumni Peldaim, dan hasil pertemuan bersama pengurus DMI Sulteng, teragendakan pelantikan pengurus wilayah alumni Peldaim DMI Sulteng yang terbentuk sejak bulan Juni 2023,” ujar Ketua Alumni Peldaim DMI Sulteng, Muchlis, Senin (08/04).

Usai dilantik, kata dia, pengurus langsung tancap gas melaksanakan program yang sudah dibuat oleh para da’i muda dan imam masjid.

Program-program yang akan dijalankan oleh Ikatan Alumni Peldaim adalah tahsin, dakwah (publik speaking, bekam dan kewirausahaan.

“Dan program yang akan segera kami lakukan setelah pelantikan adalah Safari Jum’at Berkah, yakni berkeliling dari masjid ke masjid dengan membersihkan masjid, menjadi imam dan khotib. Sekaligus berbagi berkah makanan dan minuman untuk jamaah serta memberikan layanan kesehatan bekam bagi pegawai sara dan jamaah,” katanya.

Safari Jum’at Berkah, lanjut Muchlis, ada program keummatan yang menyadarkan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan maknanya sehingga pesan dan petunjuk didalamnya dapat dipahami.

“Memberikan pencerahan Tauhid. Sementara kepedulian terhadap kesehatan ala sunnah Rasulullah yakni bekam. Sebagai da’i dan imam wajib memiliki usaha yang dapat menopang kegiatan dakwah,” imbuhnya. *