PARIMO – Ratusan Abna memenuhi gedung pertemuan kantor Bupati Parigi Moutong, selama rangka peringatan gema Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Tarhib Ramadhan 1447 H, yang dilaksanakan oleh Komda Alkhairaat Parigi Moutong dan Pemkab Parigi Moutong, Kamis (29/01).

Kegiatan yang dihadiri langsung Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayid Alwi bin Saggaf Aljufri itu, cukup meriah yang didukung semua Badan otonom (Banom) Alkhairaat di wilayah tersebut yakni, Wanita Islam Alkhairaat (WIA), Banaat Alkhairaat, Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA), Ikatan Alumni Alkhairaat (IKAAL) dan Persatuan Guru Alkhairaat (PGA) Parigi Moutong.

Habib Alwi bin Saggaf Aljufri yang didaulat menyampaikan hikmah Isra Mi’raj menyampaikan bahwa, Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam, karena pada saat itulah perintah shalat diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Kota Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina yang berjarak cukup jauh. Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha yakni, suatu tempat di langit yang tidak dapat dijangkau panca indera manusia. Dua perjalanan itu ditempuh Nabi Muhammad Saw, dalam satu malam.

Peristiwa tersebut kata Habib Alwi, tentu banyak hikmah yang patut diketahui umat manusia. Apalagi peristiwa agung itu hanya dapat terjadi karena kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Beberapa hikmah di balik peristiwa itu yang perlu diketahui tingginya derajat kehambaan.

Dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 1, yang mengisahkan peristiwa Isra’ Mi’raj, kata yang digunakan untuk menyebut Nabi Muhammad SAW adalah “abdun” yang berarti hamba. Ini menunjukkan hamba yang benar-benar bertakwa kepada Allah mendapat derajat begitu luhur di sisi-Nya.

Kedua, pembekalan dakwah yang tangguh. Sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj, orang-orang terdekat yang Nabi cintai dan mendukung misi dakwahnya sepenuh hati, silih berganti meninggal dunia. Di sisi lain penindasan kaum Quraisy semakin hebat. Ujian bertubi-tubi yang Allah SWT lakukan agar Nabi benar-benar tangguh dalam berdakwah.

Ketiga, menyampaikan kebenaran walaupun pahit. Setelah malam Isra’ Mi’raj, pada pagi harinya, Nabi Muhammad saw mengabarkan apa yang baru dialaminya ke penduduk Makkah. Tentu saja banyak orang yang tidak percaya dengan kabar itu, dan Ini menunjukkan bahwa, kebenaran harus tetap disampaikan, meskipun banyak mendapat penolakan.

Hadir Pemkab Parigi Moutong yang di Wakili Staf Ahli, Komda Alkhairaat Parigi Moutong, Ketua Yayasan Alkhairaat Hamdan Rampadio, Sekretarus Yayasan Alkhairaat Asgar Bashir Khan, pengurus WIA Parimo, pengurus BANAAT, pengurus HPA Parimo dan pengurus IKAAL dan PGA, Forkopimda, pimpinan Ponpes yang ada di Parimo, majelis Talim serta para pelajar.