PALU – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulteng, Bartholomeus Tandigala, menghadiri rapat koordinasi analisis kegiatan prioritas penguatan konsep dan praktik wawasan nusantara bagi seluruh rakyat Indonesia dalam memperkuat komponen cadangan Tahun 2026 di wilayah Provinsi Sulteng.
Kegiatan yang dilaksanakan Kemenkopolhukam tersebut berlangsung di Palu, Kamis (09/04).
Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi, Kemenpolhukam RI Brigjen TNI Parwito, mengatakan, penyelenggaraan pertahanan negara merupakan fungsi fundamental negara dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari seluruh spektrum ancaman baik itu dari militer maupun non-militer.
“Di mana saat ini semakin meningkatnya kompleksitas ancaman hibrida, gangguan siber, bencana alam, disrupsi teknologi, dan dinamika geopolitik,” katanya.
Kata dia, sistem pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer konvensional tetapi juga mampu mengintegrasikan seluruh potensi nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Maka dalam hal ini Kemenpolhukam RI dalam RPJMN 2025-2029 telah memasukkan salah satu program prioritas yakni komcad dan komduk.
Lanjut dia, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi terkait penguatan konsep dan praktek wawasan nusantara guna memperkuat komcad dalam rangka mendukung pertahanan semesta di Sulteng.
“Dan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki nilai strategis untuk program prioritas tersebut yakni Kota Palu Provinsi Sulteng,” ungkapnya.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulteng, Bartholomeus Tandilaga, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan kesadaran bela negara di tengah masyarakat.
Sebab, kata dia, penguatan wawasan nusantara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, lembaga legislatif, serta seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, serta semangat persatuan semakin tertanam kuat di hati masyarakat,” harapnya.
Hal ini menjadi modal utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta memperkuat kesiapsiagaan nasional melalui pembentukan komponen cadangan.
Ia juga berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan, sehingga program penguatan wawasan nusantara dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. ***

