PALU – Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, menyampaikan keprihatinannya tentang kondisi keluarga Indonesia saat ini.
Hal ia sampaikan saat memberikan materi pada Diklat Pengarusutamaan Keluarga, yang digelar Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulawesi Tengah, Ahad (01/02).
“Kondisi keluarga saat ini harus jujur kita sampaikan, sedang tidak baik-baik saja. Indikatornya, bukan hanya dengan melihat angka kekerasan dalam keluarga, tetapi juga dapat kita lihat pada indicator yang lain,” kata Bunda Wiwik, sapaan akrab Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Sulteng itu.
Dalam suguhan berbagai media, menurut Bunda Wiwik, dapat dilihat fakta yang cukup memprihatinkan bahkan mengerikan tentang kasus-kasus KDRT yang menimpa rumah tangga keluarga Indonesia.
“Ada kasus suami bunuh istri, ada kasus istri membunuh bahkan memutilasi suaminya. Yang juga membuat kita makin mengelus dada, melihat fakta seorang bocil yang membunuh ibunya sampai 20 tusukan,” ungkap Bunda Wiwik.
Selain kasus kekerasan dalam rumah tangga, fakta lain yang memprihatinkan adalah semakin naiknya grafik engganya orang untuk menikah.
Tapi di sisi lain, kata dia, kasus zina terus meningkat. Ada pula fakta tentang kondisi hilangnya peran ayah dalam keluarga (father less) dalam keluarga. Juga kasus meningkatnya angka kriminal di kalangan anak muda.
Semua itu, kata Bunda Wiwik, akar masalahnya adalah semakin minimnya peran keluarga dalam membentuk dan melahirkan generasi yang berkarakter.
Semua masalah-masalah tersebut katanya, tidak akan terjadi jika peran keluarga cukup kuat.
“Saya pernah sampaikan, bahwa dalam penanganan kasus-kasus Narkoba, tidak cukup hanya pada aspek penegakkan hukum dan sosialisasi di sekolah-sekolah. Yang jauh lebih penting adalah, menguatkan pondasi keluarga. Sebab saya yakin, jika peran keluarga cukup kuat, maka tidak akan ada criminal,”urainya.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Wiwik juga menguraikan pengertian dan definisi tentang Pengarusutamaan Keluarga.
Diklat yang dilaksanakan juga merupakan program kerja Bidang yang dipimpinnya, dan merupakan kegiatan nasional yang harus dilaksanakan di seluruh DPW PKS se-Indonesia.
“Sasarannya, kita mulai dari keluarga pengurus dan anggota PKS, setelah itu baru kita akan masuk ke komunitas-komunitas dan Masyarakat umum. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral PKS, dalam mengupayakan menciptakan keluarga yang kuat. Tujuannya, dengan keluarga yang kuat, insya Allah akan melahirkan generasi yang berkarakter,” tandasnya.
Di kesempatan yang sama, Bunda Wiwik, menyerahkan hadiah berupa buku kepada peserta yang menjawab pertanyaan yang disampaikan saat pemaparan materi. ***

