PALU – Salah satu muatan materi yang disampaikan dalam bimbingan teknis (bimtek) wilayah khusus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), adalah tentang reses atau kegiatan serap aspirasi.

Bimtek ini diikuti anggota DPRD dari wilayah-wilayah khusus, termasuk Sulawesi Tengah. Dilaksanakan selama lima hari, dan dimulakan pada Selasa (7 April 2026) di Jakarta.

“Catatan penting yang bisa kami simpulkan, bahwa reses bukan tentang berapa banyak yang kita dengar, tapi berapa banyak yang kita perjuangkan sampai berhasil,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, Kamis (09/04).

Menurut Bunda Wiwik, sapaan akrabnya, kepada anggota DPRD dari PKS, diharapkan jangan membiarkan kesan, bahwa reses hanya menjadi agenda tahunan.

“Lebih dari itu, hendaknya menjadikan reses sebagai jembatan antara suara rakyat dan kebijakan.

Sebab tegas Bunda Wiwik, setiap aspirasi yang disampaikan, adalah amanah yang harus kita jaga dan kita wujudkan.

“DPRD yang kuat bukan yang banyak menerima usulan, tapi yang mampu menghadirkan perubahan nyata,”tandas Bunda Wiwik. ***