Ketua DPRD Sulteng Bantu Pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah

oleh -
FOTO: HUMPRO DPRD SULTENG

BANGGAI – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Nilam Sari Lawira memberikan bantuan pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.

Bantuan itu disampaikannya saat menghadiri acara malam ramah tamah Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-13 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kabupaten Banggai, Jumat (13/01) malam.

Menurut Nilam Sari, bantuan itu sebagai tanda bakti dirinya terhadap orang tua, Muhammadiyah dan Aisyiyah karena telah membentuk karakter hidupnya.

Kata Nilam, sebagai seorang anak yang dibesarkan dan dibentuk karakternya di taman-taman pengajian Aisyiyah dan Muhammadiyah, maka merupakan suatu kebahagiaan tersendiri dapat hadir dalam Muswil. Ia merasakan seakan kembali ke rumah Muhammadiyah dan Aisyiyah.

“Secara pribadi saya bersyukur sebagai anak geologis dari Aisyiyah dapat berkumpul di tengah-tengah keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah. Tentunya bukan karena hanya bernostlagia tapi bagaimana sebagai anak yang lahir dari rahim Aisyiyah bisa berkontribusi bagi Muhammadiyah dan Aisyiyah, dan melihat kemandirian Muhammadiyah dan Aisyiyah masih terjaga,” katanya.

Nilam juga menyampaikan, Muhammadiyah dan Aisyiyah harus tetap menjaga solidaritas berkontribusi, karena Indonesia terutama Sulawesi Tengah lahir dari buah karya tokoh-tokoh Muhammadiyah yang ada pada saat ini.

“Sehingga Muhammadiyah selalu memposisihkan dirinya sebagai orang tua yang tidak memisahkan anaknya. Tetapi tentunya anak-anak yang dilahirkan harus tahu diri untuk kembali ke orang tua dan mengucapkan terima kasih dan memberikan baktinya,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, berharap, keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Sulawesi Tengah ke depannnya semakin maju, berjaya. Seluruh visi misi organisasi dapat terlaksana serta memberikan manfaat untuk seluruh masyarakat.

“Kegiatan ini tentunya dilakukan untuk membangun komunikasi dan kebersamaan antara pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah dengan keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah, juga masyarakat Kabupaten Banggai,” tandasnya. */RIFAY