PALU- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra di Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola, mengatakan Gerindra bersama delapan partai politik lainnya, secara tegas menolak sistem pemilu tertutup.
Keputusan ini didasarkan pada pandangan bahwa sistem pemilu tertutup tidak transparan dan tidak demokratis. Partai-partai yang turut serta dalam penolakan ini antara lain Partai Demokrat, Partai NasDem, Partai Golkar, PKS, PPP, PAN, PKB. Dan Gerindra .Keputusan ini diambil setelah konsultasi dan diskusi intensif antara para ketua partai.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD ) Partai Gerindra Sulteng, Longki Djanggola, menjelaskan penolakan terhadap sistem pemilu tertutup didasarkan pada pemahaman akan pentingnya integritas dan transparansi dalam pemilu.
“Kami percaya bahwa sistem pemilu tertutup berpotensi menciptakan kecurangan dan membatasi partisipasi politik rakyat,” ucapnya.
Oleh karena itu, mereka bersama-sama menolak sistem pemilu yang tidak memberikan akses yang adil bagi semua partai politik.
Reaksi terhadap penolakan ini cukup positif, baik dari kalangan politisi maupun masyarakat umum.
Partai Demokrat menyatakan dukungannya dengan mengungkapkan keyakinan bahwa pemilu harus menjadi sarana bagi masyarakat untuk secara bebas memilih wakilnya tanpa batasan yang tidak demokratis.
Partai NasDem juga menekankan pentingnya partisipasi politik sebagai hak konstitusional setiap warga negara, dan mendukung upaya untuk mewujudkan pemilu yang lebih transparan dan inklusif.
Penolakan ini diharapkan menjadi momen penting bagi pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merefleksikan kembali sistem pemilu yang diusulkan.
Diskusi lebih lanjut diharapkan dapat menghasilkan konsensus yang memunculkan sistem pemilu yang lebih adil, transparan, dan mewakili suara rakyat secara luas.
Dalam menghadapi perubahan ini, partai-partai politik tersebut siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya guna mencapai tujuan tersebut. (IKRAM)

