PALU- Komnas HAM Sulawesi Tengah dibawah pimpinan Livand  Bremeer  melakukan Silahturahmi dengan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. Dalam silaturahmi tersebut Wali Kota Palu menegaskan untuk implementasi HAM di dalam pemerintahan dan berusaha membuat Kota Palu sebagai Kota Ramah HAM, dimana dalam praktik pemerintahannya mau pun dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Palu niat ini akan diwujudkan dengan rencana Pembangunan Tugu HAM di Kota Palu.

Sementara Livand Breemer, Kepala Komnas HAM Sulawesi Tengah, terus bersinergi dengan pemerintah, termasuk pemerintah Kota Palu dan terus melakukan tupoksinya agar dalam praktiknya pemerintahan dapat menghormati, melindungi, menegakkan dan memajukan HAM termasuk memperhatikan kelompok marginal, orang lanjut usia, disabilitas maupun anak-anak dan kelompok marginal lainnya.

Selain itu Livand menyampaikan ke Wali Kota Palu, bahwa masalah tambang akan menjadi perhatian serius Komnas HAM, karena hak atas lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak asasi. Jadi untuk itu Komnas HAM telah membentuk tim, terus memantau kasus tambang Poboya, Galian C dan lainnya. Untuk tambang Poboya saja, kata dia, ada banyak permasalahan di sana. Terutama terkait masalah limbah, karena dalam pengelolaannya menggunakan zat kimia yang berbahaya bagi lingkungan seperti: mercuri/sianida. Jika limbah tersebut tidak diolah dengan baik berakibat fatal bagi belasan hingga puluhan tahun ke depannya.

Selain itu masalah wilayah penambangan rakyat (WPR) yang belum jelas. Ditambah lagi semua tambang rakyat yang ada tidak memiliki ijin atau ilegal. “Menjadi perhatian Komnas HAM yaitu beroperasinya tambang-tambang ilegal di sana. Ada dugaan penggunaan bahan bakar bersubsidi untuk beroperasinya tambang-tambang tersebut, dan nilainya tidak main-main,” imbuhnya.

Olehnya  Komnas HAM meminta Kapolda melalui tim kriminal khususnya untuk menindak tegas para  pelaku penyelundupan BMM tanpa pandang bulu. Jika ada anggota yang terlibat mesti ditertibkan,  karena ini adalah satu rantai, selalu berjalan terus menerus.

“Sedangkan untuk galian C dampaknya langsung terlihat banyak debu di mana-mana. Keselamatan dan kenyamanan warga di sekitar dan pengguna jalan terganggu,” katanya.

Reporter: IKRAM/Editor: NANANG