“Kemerdekaan bukan Sekadar Ritual Belaka, tetapi Ajang Membangun Bangsa”

oleh -89 Kali Dilihat
Wiwik Jumatul Rofi'ah

PALU – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Wiwik Jumatul Rofi’ah, menyatakan, di momen HUT RI ke-76 Tahun 2021 ini, masih banyak harapan dan peluang yang bisa dilakukan untuk membangun bangsa ini, meski sedang diterpa wabah Covid-19.

Baginya, harapan-harapan tersebut tetap bisa diwujudkan dengan cara menghadapi wabah ganas ini dengan cara gotong-royong dan saling membantu.

“Masih ada setitik harapan, mimpi yang kita jaga. Masih ada cita-cita yang bisa kita bagikan. Kemerdekaan bukan sekadar ritual belaka, tetapi ajang membangun bangsa,” ujar Wiwik, ditemui di Kantor DPW PKS Sulteng, Selasa (17/08).

Olehnya, kata dia, di momen HUT RI ke-76 ini, ia mengajak kepada semua untuk peduli kepada sesama dan membantu mereka yang sedang membutuhkan.

“Negara harus hadir untuk rakyatnya, karena rakyat sekarang lagi membutuhkan. Tidak dibutuhkan pun negara tetap harus hadir hari ini,” katanya.

Kata dia, banyak peran negara yang sedang dibutuhkan oleh rakyat saat ini. Negara harus menyiapkan pangan untuk rakyat karena sedang PPKM. Rakyat, kata dia, tidak harus meminta, tapi negara harus hadir menemui rakyatnya untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

“Apalagi bagi mereka yang sudah terpapar, ini harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Kepada Satgas Covid-19 dari nasional hingga daerah, ia berharap agar selalu siap siaga, rumah sakit juga harus siap ketika ada rakyat yang datang. Oksigen dan obat-obatan pun harus tersedia.

“Dan semua itu harus digratiskan,” katanya.

Ia mengaku bersyukur karena penyediaan tempat-tempat isolasi terpusat sudah berjalan. Tabung oksigen juga demikian, sudah seimbang antara kebutuhan rumah sakit dengan stok yang ada.

“Kami juga setiap hari selalu memantau kondisi rumah sakit yang ada, terutama rumah sakit yang dikelola oleh provinsi. Saya selalu menyampaikan pastikan oksigen selalu tersedia,” tuturnya.

Ia berharap, pandemi Covid ini segera berakhir, mengingat setiap rumah sakit yang memiliki keterbatasan ruang ICU.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan sampai parah baru datang ke rumah sakit, ini yang bahaya,” pesannya.

Terkait kerja-kerja Satgas, ia sendiri menilai belum berjalan sesuai relnya,. Namun, kata dia, koordinasi sudah mulai baik antara provinsi dan kabupaten/kota.

“Tetapi kalau strategi bersama, sampai hari ini belum,” tutupnya. (RIFAY)