Kementerian KP Berencana Bangun 1.000 Hektar Tambak Baru di Parimo

oleh -
Saat mantan Menteri KP. Edhy Prabowo bersama empat Dirjen tengah menabur benih udang vaname di tambak milik PT Esaputli, di Parigi Moutong. (FOTO DOK MAL)

PARIMO – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Edhy Prabowo, mendukung penuh pengembangan sektor perikanan budidaya udang vaname di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah.

Sebagai bentuk dukungan, Edhy bahkan berencana membangun tambak baru di Parimo dengan luas 1.000 hektar.

“Kami juga berencana akan mengembangkan tambak udang vaname di Kabupaten Tolitoli seluas 1.000 hektare dan Kabupaten Banggai 80 hektare,” ungkap Edhy Prabowo saat melakukan penaburan udang milik PT Esaputli, Desa Tomoli, Kecamatan Toribulu, Rabu (10/06).

Ia mengatakan, perusahaan tersebut perlu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di kabupaten tersebut lewat usaha yang dikembangkan.

“Termasuk membina petambak bagaimana teknik atau cara budidaya udang vaname yang baik,” harapnya.

Kata dia, pemerintah pusat akan menjamin kemudahan fasilitas kredit dengan bunga rendah kepada masyarakat yang bergelut di sektor perikanan.

Komisaris Utama PT Esaputlii Pratama, Ahmad Abdi Baramuli, menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan tambak udang teknologi intensif pada lahan seluas 15,5 hektare di Desa Tomoli, Kecamatan Toribulu, terdiri dari 32 tambak dengan produksi rata-rata panen sekitar 25 ton per hektare per siklus.

Tambak udang vaname yang dikelola itu merupakan pengembangan dari Kabupaten Barru dan Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat yang sudah dikunjungi Menteri KP beberapa waktu lalu.

Saat ini, luas potensi lahan tambak di Parimo mencapai 10 ribu hektare dan yang sudah terkelola secara produktif sekitar 7.189 hektare dengan rata-rata produksi per tahun 4.885 ton.

Usai meninjau tambak di Desa Tomoli, Menteri KP Edhy Prabowo bersama rombongan dijadwalkan bertolak ke Desa Sijoli, Kecamatan Moutong, tepatnya di perbatasan Sulteng dan Provinsi Gorontalo, guna meletakan batu pertama tambak udang intensif PT Aquacultera Prima di lahan seluas 250 hektare. (MAWAN)