PALU — Upaya memperkuat sinergi kelembagaan demi menghadirkan layanan hukum  inklusif dan mendukung pembangunan ekonomi daerah kembali dikuatkan melalui pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng), Rakhmat Renaldy, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Rony Hartawan, di Kantor Bank Indonesia Sulteng, Kota Palu,
Rabu (3/7).

Dalam pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif tersebut, kedua pihak menegaskan komitmen, terus meningkatkan kerja sama strategis, khususnya dalam bidang layanan hukum berpihak pada kepentingan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Kakanwil Rakhmat Renaldy hadir didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Muhammad Wahab Marawali, serta pejabat fungsional di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulteng. Kehadiran jajaran tersebut sekaligus menandakan keseriusan institusi dalam memperluas jangkauan pelayanan hukum hingga menyentuh sektor-sektor vital pembangunan daerah.

“Bank Indonesia merupakan mitra strategis perannya sangat penting dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kami melihat ruang kolaborasi luas, utamanya dalam penguatan perlindungan hukum bagi pelaku usaha, UMKM, serta fasilitasi layanan Kekayaan Intelektual dan edukasi hukum,” ujar Rakhmat.

Rahkmat menambahkan bahwa sinergi dengan Bank Indonesia membuka peluang lahirnya berbagai inisiatif bersama, dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama dalam mendukung tumbuhnya sektor informal dan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Sementara, Kepala Perwakilan BI Sulteng, Rony Hartawan, menyambut baik sinergi telah berjalan dan menyatakan komitmennya, terus memperkuat kerja sama tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Kemenkum Sulteng selama ini telah membuahkan berbagai capaian positif, baik dari sisi peningkatan pemahaman masyarakat terhadap hak-hak hukumnya, maupun kontribusi terhadap ekosistem ekonomi  lebih sehat.

“Kami sangat antusias dan siap terus meningkatkan kolaborasi ini. Layanan hukum  mudah diakses dan berpihak kepada masyarakat memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, sekaligus mendukung inklusi keuangan di daerah,” kata Rony.

Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat koordinasi lintas sektor, sekaligus mengkaji potensi pengembangan program edukatif bersama di bidang hukum dan ekonomi menyasar kelompok masyarakat rentan, pelaku UMKM, dan generasi muda.

Melalui pertemuan tersebut Kanwil Kemenkum Sulteng dan Bank Indonesia Perwakilan Sulteng menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah memerlukan keterlibatan semua pihak secara terpadu, dengan mengedepankan prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kesejahteraan bersama.